Breaking News:

Menkes: Presiden Jokowi Diundang Khusus Presiden AS Joe Biden Bahas Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Global Covid-19 Summit, di sela-sela acara Sidang Umum PBB ke-76 pada Rabu (22/9).

AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang berakhirnya perang di Afghanistan, di Gedung Putih pada 31 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Global Covid-19 Summit, di sela-sela acara Sidang Umum PBB ke-76 pada Rabu (22/9/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Presiden Jokowi hadir atas undangan pribadi dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

"Pada kesempatan itu Bapak Presiden Jokowi sebagai salah satu dari 4 pimpinan di dunia yang dipilih secara pribadi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memberikan masukan, bagaimana kita bisa segera mengatasi pandemi covid 19 ini," ujar Menkes dalam keterangan virtualnya, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Bersyukur Penanganan Covid-19 di RI Diapresiasi Dunia, Wapres Bicara Persiapan Hadapi Fase Endemi

Budi memamparkan, dalam pertemuan virtual tersebut Joe Biden menyampaikan tiga hal yang harus dilakukan oleh pemimpin-pemimpin dunia sekarang, segera, saat ini.

"Pertama adalah kita harus berkomitmen bersama-sama seluruh pimpinan-pimpinan dunia untuk segera memvaksinasi umat manusia secepat-cepatnya," ujar Menkes.

WHO sendiri menargetkan tahun ini 40 persen dari populasi dunia bisa divaksinasi dan tahun depan 70 persen populasi dunia bisa divaksinasi.

Baca juga: Respons Dinas Kesehatan DKI Soal Temuan 25 Klaster Covid-19 Selama PTM

Kemudian hal yang kedua yang ditekankan presiden Amerika Serikat adalah pentingnya menyelamatkan jutaan nyawa umat manusia.

"Sudah 4,5 juta umat manusia di dunia wafat karena covid-19. Beliau mengajak para pimpinan dunia agar bersama-sama bisa mempersiapkan seluruh alat kesehatan, obat-obatan, dan hal-hal lainnya dibutuhkan dalam menghadapi pandemi ini," jelas mantan wamen BUMN ini.

"Presiden Amerika Serikat menekan secara khusus mengenai kebutuhan oksigen, kebutuhan sarana testing dan tracing serta kebutuhan obat-obatan di rumah sakit," lanjut Budi.

Hal ketiga yang disampaikan oleh presiden Amerika Serikat adalah mempersiapkan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik dan membangun arsitektur global ketahanan kesehatan dunia.

Ajakan dari Joe Biden tersebut disambut dengan baik oleh Joko Widodo.

Presiden Jokowi menekankan yang pertama, bahwa perlu segera dibangun arsitektur sistem ketahanan Kesehatan Global yang baru.

Kedua, perlu segera dibangun mekanisme global untuk sumber daya kesehatan yang bisa diakses oleh seluruh negara, terutama negara-negara berkembang, bila mereka menghadapi krisis kesehatan.

"Serta ketiga yang bapak presiden sampaikan adalah kita juga perlu menyusun protokol kesehatan yang standar agar semua aktivitas Global seperti transportasi, pertemuan Atau acara-acara lainnya bisa mengikuti standar protokol yang sama," imbuh Budi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved