Breaking News:

Kemenkes: Cakupan Vaksinasi Tidak Berhubungan dengan Pembelajaran Tatap Muka

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan kalau vaksinasi

Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 10 Batam, Kamis (23/9). Proses pembelajaran tatap muka tingkat SMP di Kota Batam ini menerapkan protokol kesehatan serta diikuti siswa yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19. (Tribun Batam/Argianto DA Nugroho) 

Laporan Wartawan Tribunnews Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan kalau vaksinasi tidak berhubungan dengan cakupan vaksinasi pada anak.

Ia menegaskan vaksinasi bukan penyelesaian pemutusan rantai penularan.

Dalam hal pembelajaran tatap muka (PTM), yang menjadi penting menurutnya adalah tertib dalam protokol kesehatan (Prokes).

"Seseorang yang sudah divaksin masih dimungkinkan untuk tertular dikarenakan kondisi atau prokesnya yang harus diperkuat," kata Siti Nadia di kawasan Cilandak, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di RI Melandai, Hari Ini Bertambah 1.760, Meninggal Dunia 86

Menanggapi klaster sekolah berkenaan dengan pembukaan PTM, Siti mengatakan pemerintah sedang merancang protokol kesehatan yang terintegrasi pada aplikasi Peduli Lindungi di institusi pendidikan.

Dan kembali dia menegaskan bahwa protokol kesehatan menjadi salah satu kunci pencegahan penularan Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Dukun Terkenal Ini Meninggal karena Covid-19, Pernah Klaim Bisa Hentikan Pandemi hingga Tolak Vaksin

"Jadi sedang dalam proses bagaimana membuat protokol kesehatan tersebut," ujarnya.

Selanjutnya untuk proses PTM sendiri, pemerintah akan melakukan sejumlah evaluasi.

Pertama yakni memastikan bahwa PTM ini harus mendapatkan izin.

Baca juga: CARA Scan QR Code di Aplikasi PeduliLindungi, Dilengkapi Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19

"Harus ada evaluasi apakah sekolah sudah siap apa tidak melaksanakan proses," ujarnya.

Kedua, bekerja sama dengan orang tua untuk memastikan anak pulang ke rumah usai menghadiri PTM dan tidak berkerumun.

Di sisi lain guru dan tenaga pendidik itu harus sudah divaksin.

"Apakah anaknya setelah PTM benar pulang ke rumah, sehingga tidak berkerumun di sekitar sekolah. Kuncinya adalah hal tersebut," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved