Breaking News:

Virus Corona

Mobilitas Masyarakat Meningkat, Epidemolog Prediksi Puncak Gelombang Ketiga Covid pada Desember 2021

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko mengatakan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang harus diwaspadai.

Editor: Daryono
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Peningkatan Mobilitas | Petugas Kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan uji coba pemberlakuan ganjil genap kendaraan bermotor pribadi di persimpangan Jalan Tamblong-Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/8/2021). Uji coba ini bakal dilaksanakan di Jalan Asia Afrika dan Jalan Ir H Djuanda hingga 16 Agustus 2021, dari pukul 08.00-10.00 dan dilanjutkan pukul 16.00-18.00 WIB. Pemberlakuan ganjil genap ini disesuaikan dengan angka Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) paling terakhir. Adapun pengecualian kendaraan dalam pemberlakuan ini meliputi kendaraan dinas TNI/Polri, kendaraan TNKB merah, kendaraan TNKB kuning, kendaraan angkutan umum online, kendaraan darurat Covid-19, kendaraan angkutan barang, kendaraan pemilik properti/para pekerja yang terkena dampak ganjil genap dibuktikan dengan e-KTP/keterangan kerja. Penerapan ini dilakukan untuk mengatur mobilitas warga guna menekan angka penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Bahkan, tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi.

Lebih lanjut Tri menilai, Indonesia akan mengalami puncak kasus Covid-19 jika Testing, Tracing, dan Treatment lemah.

"Jadi ya memang bakal mengalami puncak lagi, kalau 3T lemah," imbuh Tri.

Baca juga: Ide Singapura di Sidang Umum PBB: Bantu Negara Kecil Lewat Digitalisasi dan Pemulihan Covid-19

Hal tersebut akan membuat terjadinya lebih banyak lagi mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Serta dikhawatirkan beberapa varian yang dihasilkan justru akan membahayakan, mempercepat infeksi, memperparah kondisi pasien dan menyulitkan kesembuhan bagi pasien Covid-19.

Untuk itu Tri meminta semua pihak agar tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

Karena pandemi Covid-19 masih belum benar-benar selesai dan potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi.

"Pandemi belum usai, potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi. Karenanya tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 di Indonesia: 85 Juta Orang Terima Dosis Pertama, 41% dari Target

Menlu Minta Negara-negara Keluarkan RI dari Redlist

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi meminta sejumlah negara mengeluarkan Indonesia dari daftar merah Covid-19.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved