Breaking News:

Virus Corona

Varian R1 Meluas di AS, Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarakat Konsisten Protokol Kesehatan

Saat ini, Wiku melanjutkan, varian R1 masih tergolong varian under monitoring oleh WHO, sehingga perlu ditindaklanjuti dengan monitoring lebih lanjut.

istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian baru corona terus bermunculan, belum berdamai dengan varian Delta maupun Mu, kini varian R1 dikabarkan meluas di Amerika Serikat.

Varian R1 memang bukan varian yang baru ditemukan. Varian ini pertama kali teridentifikasi di Jepang pada Januari 2021.

Terkait hal itu, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito menuturkan, kemunculan varian ini sebagai pengingat pandemi belum berakhir.

Saat ini, Wiku melanjutkan, varian R1 masih tergolong varian under monitoring oleh WHO, sehingga perlu ditindaklanjuti dengan monitoring lebih lanjut.

"Sebagai prinsip kehati-hatian, kemunculan kembali varian baru seharusnya menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa Covid-19 belum sepenuhnya hilang dari dunia ini," kata dia dalam konferensi pers virtual Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut 10 Daerah Masih PPKM Level 4, Berikut Strategi yang Dilakukan

Untuk antisipasi, Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini meminta semua pihak tetap konsisten dan displin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Sikap paling bijak yang kita lakukan ialah konsisten menjalankan protokol kesehatan di seluruh aspek kehidupan tanpa harus takut berlebihan," pesannya.

Sebelumnya dalam konferensi pers (21/9),  belajar dari pengalaman lonjakan kasus atau gelombang kedua yang dialami Indonesia Juli lalu, pemerintah akan memasifkan testing dan karantina internasional untuk mencegah importasi kasus varian baru.

"Dalam mencegah lonjakan kasus kedepan, berbagai upaya pengendalian harus dilakukan sebagai bentuk kebijakan berlapis. Dalam konteks mencegah varian baru masuk, seperti varian Mu dan Lamda, maka tidak hanya mobilitas internasional yang perlu diperhatikan, melainkan mobilitas di dalam negeri," terang Wiku.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved