Breaking News:

Virus Corona

Epidemiolog Ingatkan Covid-19 Beda dengan Flu, Pencegahan Penularan Perlu Waktu 10 Tahun

Epidemiolog Dicky Budiman menilai strategi mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi tidak tepat.

Freepik
Ilustrasi pandemi global akibat Covid-19. Epidemiolog Ingatkan Covid-19 Beda dengan Flu, Pencegahan Penularan Perlu Waktu 10 Tahun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Epidemiolog Dicky Budiman menilai strategi mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi tidak tepat.

Pasalnya, fakta ilmiah tentang perkembangan Covid-19 selama dan setelah infeksi atau Long Covid semakin menunjukkan bahwa penyakit ini tidak sama dengan Flu.

"Jadi sangat tidak tepat jika kita menganggap ini akan seperti flu dalam artian dampaknya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Jokowi: Adaptasi Kebiasaan Baru Kunci Transisi dari Pandemi dan Endemi

Baca juga: Karena Pandemi, Satu Generasi Kehilangan Kesempatan Belajar 1,2 Tahun

Ia menuturkan, pemikiran membiarkan Covid-19 menjadi endemi akan memiliki banyak dampak buruk terhadap Kesehatan masyarakat dan juga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa.

"Kita benar-benar perlu bekerja sama dengan cerdas dan cermat untuk mengendalikan Covid-19. Sekali lagi, ini bukan flu. Karena Flu tidak menyebabkan kerusakan organ dan tidak juga memiliki dampak jangka panjang," jelasnya.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman (Dokumentasi Pribadi)

Untuk itu, hal yang harus dilakukan dalam mengendalikan virus ini, melalui deteksi yang kuat (3T), pencegahan (5M dan vaksinasi).

Harapnya mencegah dampak buruk jangka pendek dan panjangnya.

"Sekali lagi, membiarkannya menjadi endemi bukanlah rencana yang tepat meski itu akan terjadi secara alami hingga nanti hanya ada strain yang relatif tidak berbahaya (misalnya seperti flu biasa) yang ada," ungkap dia.

Semua pihak harus melawan dengan vaksinasi dan tindakan pencegahan penularan yang harus dilakukan setidaknya selama satu dekade.

"Pesan pentingnya, saat ini dan 5 atau 10 tahun ke depan adalah bahwa Covid-19 dalam bentuknya yang sekarang bukan sesuatu yang kita inginkan mewabah. Dan saat 5 atau 10 tahun ke depan Covid jadi endemi. Kita berharap varian yang tersisa tidak berdampak jangka panjang yang merugikan. Itu sebabnya baik saat ini dan ke depan pencegahan, promosi Kesehatan dan vaksinasi menjadi sangat penting," ujar peneliti Pandemi Griffith University ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved