Breaking News:

Virus Corona

MUI Resmi Nyatakan Vaksin Zifivax asal China Halal dan Suci

Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyatakan vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical yaitu Vaksin Zifivax

Penulis: Reza Deni
Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Ketua Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyatakan vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical yaitu Vaksin Zifivax sebagai vaksin yang halal dan suci.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Vaksin Zifivax ini dinyatakan halal dan suci setelah dilakukan pengkajian dari aspek teknis dan syar'i oleh tim auditor MUI.

"Di dalam proses produksinya memenuhi standar halal dan juga tidak ditemukan penggunaan material yang haram dan najis," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi No.41, Menteng, Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Lebih lanjut, Asrorun menyebut, meski sudah dinyatakan halal dan suci, penggunaan Vaksin Zifivax boleh digunakan dengan syarat terjamin keamanannya berdasarkan keputusan lembaga yang kredibel dan kompeten.

"Ini menjadi penting karena kebolehan penggunaan vaksin ini terikat oleh aspek kethayyiban, aspek keamanan dan juga efikasi, selain safety juga efikasinya," tandasnya.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 Zifivax berdasarkan uji klinik menunjukan efikasi yang mampu melawan varian baru seperti Alfa, Beta, Delta, maupum Gamma.

Baca juga: Mengenal Vaksin Zifivax yang Izin Penggunaannya secara Darurat Telah Diterbitkan BPOM

Hal itu disampaikan Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual penerbitan izin penggunaan darurat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada vaksin tersebut, pada Kamis (7/10/2021).

Penny memaparkan, vaksin asal produsen vaksin produksi perusahaan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China ini menunjukkan eksistensi terhadap varian Alfa sebesar 92,93 persen, varian Gamma 100 persen, Delta 77,47 persen, serta Kappa 90 persen.

"Vaksin diberikan 3 kali suntikan secara intramuskular dengan interval pemberian 1 bulan dosis vaksin diberikan dalam setiap kali suntikan adalah 0,5 ml," ujar Penny.

Vaksin dapat disimpan pada kondisi suhu 2 - 8 derajat Celcius.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved