Breaking News:

Virus Corona

Belajar Dari Kasus Covid-19 dalam PON XX Papua, Presiden Jokowi Minta Jaga Jarak Atlet Diperhatikan

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan PON XX Papua, sejumlah aturan kesehatan akan diperbarui termasuk soal jaga jarak antar atlet.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan PON XX Papua, sejumlah aturan kesehatan akan diperbarui termasuk soal jaga jarak antar atlet.

Hal itu didasari arahan Presiden Jokowi yang disampaikan Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (11/10/2021).

"Arahan bapak presiden agar dipastikan semua asrama atau tempat tinggal para atlet itu dijaga agar jaga jaraknya itu benar-benar diperhatikan, baik pada saat tidur walaupun pada saat makan," ujar Budi.

Selain memperhatikan jaga jarak, saat ada penyelenggaraan olahraga seperti motor bike atau pertandingan sepak bola, maupun kompetisi Liga basket, pihaknya ingin memastikan bahwa Satgas Covid-19 untuk masing-masing event diberikan wewenang yang cukup untuk bisa menerapkan protokol kesehatan.

"Kemudian juga dilakukan secara rutin random PCR tes bagi para atlet di masa pertandingan. Sehingga proses identifikasinya bisa kita lakukan dengan lebih cepat," ungkap mantan wakil menteri BUMN ini.

Baca juga: Luhut Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Seminggu Terakhir Turun 98% dari Puncak Rekor Bulan Juli

Nantinya, pihak panitia kegiatan diharus menyiapkan ruang isolasi atau tempat karantina isolasi terpusat.

"Jadinya kalau ada yang positif, bisa langsung ditaruh di sana. Atau orang yang mau pulang kemudian dites positif bisa ditaruh di sana," jelas Budi.

Sebab Penularan terjadi di Asrama Atlet

Hingga siang hari ini (11/10) dilaporkan ada 83 kasus terkonfirmasi Covid-19 di ajang PON XX Papua.

Adapun puluhan kasus itu terkonsentrasi di beberapa cabang olahraga seperti Judo, Sepatu roda, Motor Cross, Panahan dan Kriket.

Sementara itu berdasarkan asal provinsi peserta terkonsentrasi pada DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi dan Bali.

Baca juga: Mengenal Vaksin Covid-19 Terbaru Zifivax, Efek Samping, dan Efikasinya, Simak Penjelasannya

Ia memaparkan, hasil pengamatan Kementerian Kesehatan sebab penularan kemungkinan besar ada di tempat penginapan.

Lantaran, satu kamar yang ditempati sekitar 4 orang atlet.

"Dan juga pada saat makan bersama. Hal ini menjadi catatan agar kedepannya untuk acara-acara besar seperti ini ada perbaikan perbaikan protokol kesehatan yang bisa kami lakukan," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved