Breaking News:

Penanganan Covid

FDA Sebut Vaksin Covid-19 Moderna Tidak Memenuhi Syarat untuk Dijadikan Booster: 2 Dosis Sudah Kuat

Para ilmuwan di FDA Amerika Serikat menyebut vaksin Moderna tidak memenuhi syarat untuk dijadikan booster Covid

AFP/FRED TANNEAU
Seorang petugas medis memegang botol vaksin Moderna Covid-19 di Quimper, Prancis barat. (23 Juli 2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Para ilmuwan di Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut vaksin Moderna tidak memenuhi syarat untuk dijadikan booster Covid-19.

Hal itu dikarenakan efikasi dari dua dosisnya yang sudah cukup kuat, Reuters melaporkan.

Staf FDA mengatakan dalam dokumen hari Selasa (12/10/2021) bahwa data untuk vaksin Moderna menunjukkan booster memang meningkatkan antibodi.

Namun, perbedaan tingkat antibodi sebelum dan sesudah suntikan booster tidak cukup besar.

Dokumen tersebut dirilis menjelang pertemuan akhir pekan ini dari penasihat ahli luar FDA untuk membahas dosis booster vaksin.

FDA biasanya mengikuti saran para ahlinya, tetapi keputusan tetap pada badan itu sendiri.

Baca juga: Ilmuwan FDA: Tidak Perlu Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Moderna untuk Hadapi Varian Delta

Baca juga: Moderna Menolak Bocorkan Resep Vaksin Covid-19 Produksinya

(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 02 Desember 2020, logo Moderna terllihat di kampus Moderna di Norwood, Massachusetts.
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 02 Desember 2020, logo Moderna terllihat di kampus Moderna di Norwood, Massachusetts. (Joseph Prezioso / AFP)

"Ada peningkatan, tentu saja. Apakah itu cukup meningkatkan? Siapa tahu? Tidak ada jumlah standar peningkatan yang ditetapkan, dan juga tidak jelas berapa banyak peningkatan yang terjadi dalam penelitian ini," kata John Moore, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Weill Cornell Medical College di New York, dalam sebuah email.

Sementara itu, panel penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS akan bertemu minggu depan untuk membahas rekomendasi spesifik tentang siapa yang dapat menerima booster, jika FDA mengizinkannya.

Moderna sedang mencari otorisasi untuk dosis booster 50 mikrogram.

Dosis itu hanya setengah dari kekuatan vaksin awal yang diberikan dalam dua suntikan dengan jarak sekitar empat minggu.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved