Breaking News:

Virus Corona

Survei Jhons Hopkins: Masyarakat Indonesia Relatif Tidak Cemas dengan Bahaya Covid-19

Turunnya kasus aktif di Indonesia bukan berarti kewaspadaan masyarakat terhadap penularan Covid-19 ikut menurun.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi Covid-19. Turunnya kasus aktif di Indonesia bukan berarti kewaspadaan masyarakat terhadap penularan Covid-19 ikut menurun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini kasus aktif Covid-19 di Indonesia mulai melandai.

Namun, turunnya kasus aktif di Indonesia bukan berarti kewaspadaan masyarakat terhadap penularan Covid-19 ikut menurun.

Baru-baru ini, Jhons Hopkins University melakukan penelitian terkait perilaku masyarakat terhadap Covid-19.

Dibandingkan dengan negara lain, masyarakat Indonesia mempunyai level realtif lebih rendah terkait kecemasan dan ketakutan terhadap Covid-19.

Kurangnya kecemasan atau kekhawatiran terhadap Covid-19 dapat menimbulkan dampak yang tidak baik.

Masyarakat akan menjadi lengah terhadap protokol kesehatan.

Hal ini diungkapkan Perwakilan Communication Science and Research Jhons Hopkins Center For Communication Program, Yunita Wahyu Nigrum.

Baca juga: 5 Catatan Penting Agar Pelaksanaan Acara Besar dan Keagamaan Aman dari Penyebaran Covid-19

"Jadi kalau melihat di sini itu, kalau orang semakin rendah memandang bahwa ini ancaman rendah, itu akan berakibat orang tersebut menjadi lengah. Tidak melihat Covid-19 berpotensi masih berisiko," ungkapnya dalam seminar virtual, Rabu (13/10/2021).

Namun perubahan perilaku telah terlihat di level individu, bahkan sudah bergeser menjadi norma sosial.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Simak Cara Menanganinya

Berdasarkan pada penelitian yang sama, sebanyak 78 persen orang mengaku yakin dengan vaksinasi.

"Yang menarik di sini ada data yang menunjukkan 75 persen orang yakin bahwa hampir semua atau kebanyakan orang sekarang sudah divaksin," kata Yunita lagi.

Namun di sisi lain, perilaku menjaga jarak masih terhitung rendah.

Kemudian menghindari kontak, menurut penelitian, masih perlu dibudayakan untuk menjadikan norma sosial.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved