Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Menurun, Benarkah karena Penurunan Testing dan Treacing? Ini Penjelasan Dokter Reisa

Reisa pun menanggapi rasa penasaran sebagian masyarakat apakah penurunan kasus dikarenakan pemerintah mengurangi usaha testing dan tracing.

Tribunnews/Herudin
Petugas medis melakukan tes swab PCR kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021). Pemerintah berencana melakukan peningkatan testing dan pelacakan atau tracing secara masif dalam waktu dekat. Upaya tes dan tracing tersebut rencananya akan dilakukan di kawasan padat penduduk di sejumlah wilayah. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah menyebutkan jika Semakin hari banyak kabar baik yang diterima.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan perbaikan dan pengendalian Covid-19 di indonesia semakin diakui oleh dunia.

Kamis (6/10/2021), Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menggaris bawahi bahwa, insiden kasus di semua wilayah di indonesia terus menurun selama minggu terakhir.

Reisa Brotoasmoro
Reisa Brotoasmoro (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Reisa pun menanggapi rasa penasaran sebagian masyarakat apakah penurunan kasus dikarenakan pemerintah mengurangi usaha testing dan tracing.

Ia pun memaparkan data jika pemerintah melakukan testing pada 190.403.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Pemerintah Daerah Tak Takut Tingkatkan Tracing dan Testing

Baca juga: Lacak Penyebaran Varian Delta, 10 Provinsi Ini Diminta Tingkatkan Testing dan Tracing

Dan dari pemeriksaan tersebut, hasilnya sekitar 189.142 orang yang negatif.

Sisanya, sebanyak 1261 orang yang positif per Selasa (12/10 2021).

Bandara Soekarno-Hatta memperkuat fasilitas testing Covid-19 dengan Mobile Laboratory Biosafety Level 2 Varian Bus yang dioperasikan pada Rabu (6/1/2021).
Bandara Soekarno-Hatta memperkuat fasilitas testing Covid-19 dengan Mobile Laboratory Biosafety Level 2 Varian Bus yang dioperasikan pada Rabu (6/1/2021). (dok Angkasa Pura II)

Masih dalam laporan yang sama, WHO minggu lalu juga menyatakan bahwa proporsi rata-rata positif dibandingkan dengan jumlah tes nasional, konsisten di bawah 2 persen dalam dua minggu terakhir.

"Proporsi ini bisa ditafsirkan bahwa survelens dan ingkat pengujian satu orang yang dites perseribu populasi perminggu telah tercapai," ungkapnya pada konferensi pers secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Bakan sejak pertengah Mei 2021, tingkat pengujian indonesia lebih dari batas 1 perseribu populasi perminggu. Lalu pada pertengahan September dan minggu lalu, angka tes indonesia lebih dari 4 perseribu penduduk perminggu.

Sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, menyampaikan pada 10 Oktober 2021 jumlah orang diperiksa dalam satu minggu mencapai 1.203.873 orang.

Kemudian sudah 4 minggu berturut –turut jumlah orng yang diperiksa di atas satu juta perminggunya. Reisa pun menyebutkan jika data ini menujukkan kondisi yang membaik teruji secara valid dan diakui dunia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved