Breaking News:

Virus Corona

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Naik Sepekan Terakhir, Ini Langkah yang Dilakukan Dinas Kesehatan DKI

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan bahwa angka kasus baru Covid-19 bertambah. Begini upaya memutusnya.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada kegiatan vaksinasi massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan bahwa angka kasus baru Covid-19 bertambah.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan upaya guna memutus mata rantai Covid-19.

Dinkes DKI Jakarta mendorong penemuan kasus aktif Covid-19 lantaran sepekan terakhir kasus aktif di Ibu Kota sempat alami kenaikan.

"Kami mendorong dilakukannya ACF ini untuk menekan laju penularan, memperketat kondisi agar tidak ada kebocoran. Kami secara aktif melakukan skrining PCR di lokasi berisiko tinggi, yaitu RT zona merah/orange/kuning, pada populasi tertutup (closed population) di daerah transmisi kasus tinggi zona RT tersebut, seperti di sekolah, panti asuhan, perkantoran, asrama, mall, dan lain-lain," kata Widyastuti, Kamis (14/10/2021).

Tak hanya itu, tracing juga terus ditingkatkan sebagai upaya lainnya.

Berdasar data pertanggal 12 Oktober 2021, ratio tracing di Jakarta sebesar 13,62 %. Artinya satu kasus positif dilakukan tes PCR kepada rata-rata 13-14 orang yang berkontak erat.

Dengan jumlah tes yang banyak dilakukan di Jakarta, berdampak pada tren persentase kasus positif atau positivity rate yang turut mengalami peningkatan.

Tapi, angka ini masih jauh di bawah 5%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,8%.

Baca juga: Aksi Bejat Pekerja Pasar ke Gadis Usia 19 Tahun di Bekasi Buat Korban Sebelumnya Feminin Jadi Tomboi

"Meskipun ada sedikit peningkatan kasus di Jakarta, tapi perlu saya garisbawahi di sini bahwa angka kematian tetap rendah. Pada tanggal 13 Oktober, 0 kematian. Lalu, tanggal 12 Oktober, 1 kematian. Vaksinasi dan deteksi dini cukup berperan dalam menekan angka kematian," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved