Breaking News:

Virus Corona

Baru 175 Juta Dosis Vaksin yang Disuntikkan, Jubir Pemerintah: Sudah On The Track

Sampai saat ini vaksin dosis pertama yang disuntikkan sudah mencapai 110 juta. Dan dosis kedua adalah 64,5 juta.

PUSPEN TNI/Puspen TNI
HERD IMMUNITY - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., mengerahkan 122 Tenaga Kesehatan (Nakes) Siswa Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Dikmapa PK) TNI yang tengah mengikuti Pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dikerahkan Nakes tersebut dalam rangka 70 persen herd immunity guna membantu penanganan Covid-19 dan serbuan vaksinasi di wilayah aglomerasi, KabupatenTangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/10/2021). (TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi baru-baru ini berbicara mengenai cakupan vaksinasi

Saat ini Indonesia masih sebagai negara yang masih tergantung dengan negara lain. Terutama terkait penyediaan vaksin. Hal ini dikarenakan Indonesia bukan produsen vaksin. 

"Sehingga memenuhi kebutuhan 426 juta dosis ini kita harus memobilisasi dari berbagai sumber. Ini tidak cukup dari satu sumber penyedia vaksin. Makanya vaksin yang kita gunakan dari berbagai jenis," paparnya dalam seminar virtual yang diselenggarakan Prakarsa, Kamis (21/10/2021).

Sampai saat ini vaksin dosis pertama yang disuntikkan sudah mencapai 110 juta. Dan dosis kedua adalah 64,5 juta.

Jika ditotal dengan dosis tambahan ketiga, maka sudah 175 juta dosis vaksin yang suntikan.

"Kalau melihat evaluasi badan dunia lain, kita lihat bahwa jumlah vaksin kita suntikan setidaknya nomor 5 dibandingkan negara lain. Kedua adalah untuk jumlah orang yang mendapatkan vaksin kita adalah no 6 di dunia," katanya lagi. 

Baca juga: Jokowi Sebut Target Vaksinasi Hingga Akhir Tahun 270 Juta Dosis

Menurut Nadia, hal ini harus dilihat secara positif. Karena bisa mencapai posisi tersebut meski bukan sebagai negara yang bukan penghasil vaksin.

Nadia pun menyebutkan jika tadinya Indonesia di Januari hanya punya 3 juta dosis vaksin.

Dosis vaksin kemudian kembali didapatkan 5 juta dosis di bulan Februari. Kemudian pada bulan Maret masuk 7 juta dosis.

Indonesia tadinya punya target 10-15 juta dosis di bulan April di vaksin Astrazeneca.

"Tapi ternyata Astrazeneca waktu itu di India mengalami peningkatan kasus varian Delta. Akhirnya mereka mem-banned untuk pengiriman vaksin karena mengutamakan kebutuhan dalam negeri," papar Nadia lagi. 

Menurut Nadia, saat ini kondisi program percepatan vaksinasi di Indonesia telah kembali telah sesuai rencana.

Walau pun begitu kebutuhan vaksinasi tidak bisa tercukupi sekali waktu.

"Allhamdulillah karena keterlibatan semua orang, vaksinasi kini sudah on the track. Tapi vaksin yang tersedia memang tidak cukup untuk semua orang dalam sekali waktu. Prioritas harus dilakukan walau pun sejak Juli tidak ada prioritas lagi dari sisi kelompok," pungkasnya.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved