Breaking News:

Virus Corona

IDI Dorong Peran Tokoh dan Pejabat Pemerintah Rampungkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Vaksinasi menjadi salah satu strategi yang dianjurkan para pakar epidemiolog untuk menghadapi gelombang pandemi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga yang tergabung dalam komunitas pemulung mengikuti vaksinasi Covid-19 di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/10/2021). PT Unilever Indonesia, Tbk. kembali mengambil peran dalam akselerasi program vaksinasi nasional dengan menyediakan akses vaksinasi ke 1.000 anggota komunitas pemulung yang berkolaborasi dengan Sentra Vaksinasi Serviam dan Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM) menyelenggarakan program ini pada 29 - 31 Oktober di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi mendorong peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pejabat pemerintahan untuk merampungkan target vaksinasi covid-19 dosis pertama di akhir tahun 2022.

Menurutnya jika peran ketiganya dikolaborasikan dengan peran pemerintah, tenaga medis dan masyarakat maka target vaksinasi dosis pertama 100 persen di akhir tahun dapat terealisasi.

“Distribusi vaksin juga yang menjadi salah satu upaya yang penting,” kata Adib di dialog produktif FMB9, ‘Prokes Dilanggar Semua Rugi’ pada Selasa (2/11/2021).

Baca juga: IDI: Jika Kasus Covid-19 Terus Turun Maka 2022 Status Pandemi di Indonesia Bisa Jadi Endemi

Ketua PB IDI mengatakan situasi pandemi di Indonesia memang terkesan melandai akan tetapi situasi pandemi juga berhubungan dengan situasi yang ada di luar Indonesia.

Karena di luar negeri masih ada kenaikan kasus.

Vaksinasi menjadi salah satu strategi yang dianjurkan para pakar epidemiolog untuk menghadapi gelombang pandemi.

Selain itu, ia meminta pemerintah untuk tetap mempertahankan testing dan skrining sebagai upaya restriksi agar tidak ada penyebaran.

Hasil dari upaya tersebut, ia berharap pada bulan November – Desember tidak ada kenaikan kasus.

Namun jika ada kecenderungan kasus naik maka semua pihak harus bersiap untuk menghadapi gelombang covid-19 di akhir tahun yakni Desember 2021 ataupun di awal tahun yakni Januari 2022.

“Namun umpamanya di bulan Desember atau Januari tidak ada kenaikan dan cenderung melandai, mungkin kita akan bersiap masuk ke kondisi yang disebut dengan endemi,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau tenaga kesehatan untuk memulihkan diri selama masa relaksasi dan bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang covid selanjutnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved