Breaking News:

Penanganan Covid

Lampaui Target WHO, Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tetap Dipercepat

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut Indonesia telah melampaui target WHO untuk vaksinasi Covid-19 lengkap.

Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis 4 Maret 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cakupan vaksinasi di Indonesia telah melampaui target yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Meski demikian, pemerintah  terus mengejar kepada seluruh masyarakat Indonesia hingga akhir tahun.

“Indonesia telah melampaui atau telah lebih cepat mencapai target WHO untuk memberikan vaksinasi lengkap kepada setidaknya 40 persen."

"Berdasarkan target WHO, setiap negara diharapkan dapat memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada akhir bulan september 2021."

"Target vaksinasi itu meningkat menjadi masing-masing 40 persen populasi dan 70 persen populasi pada akhir 2021 dan pada pertengahan 2022. Populasi pada akhir tahun 2021,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Pengamat Kesehatan Masyarakat Ingatkan Masih Ada 60 Persen Masyarakat Belum Divaksin Covid-19 

Berdasarkan data hingga Minggu (14/11/2021) pukul 18:00 WIB, dari 208,2 juta sasaran vaksinasi di Tanah Air, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang (62,5 persen dari sasaran) untuk dosis pertama.

Sementara itu, lebih dari 84,1 juta di antaranya (40,4 persen) sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Adapun, vaksinasi ke-3/booster bagi tenaga kesehatan sudah diberikan sebanyak 1,19 juta (81 persen).

Pemerintah terus berupaya menggenjot realisasi vaksinasi di seluruh Indonesia dengan target 78 persen cakupan vaksinasi untuk dosis pertama, dan 60 persen untuk dosis kedua pada akhir tahun ini.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko, Lansia Kemudian Anak-anak

Johnny meminta semua pemerintah daerah untuk mendorong upaya tersebut, dengan mempercepat vaksinasi di daerah masing-masing.

Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi vaksin yang tidak termanfaatkan karena kedaluwarsa

"Jika belum sanggup menghabiskan vaksin tersebut, pemerintah daerah dapat mengalihkan stok yang ada ke provinsi lain atau kepada TNI/Polri," tegas Johnny.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved