Breaking News:

Virus Corona

Waspada Meluasnya Varian Omicron, Inggris Intensifkan Program Vaksin Booster

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan negaranya akan mengintensifkan kampanye vaksinasi dosis penguat (booster)

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
Freepik
Ilustrasi suntik vaksin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan negaranya akan mengintensifkan kampanye vaksinasi dosis penguat (booster) sebagai tanggapan terkait munculnya varian baru virus corona (Covid-19) Omicron yang berpotensi lebih menular dibandingkan varian sebelumnya.

"Interval minimal untuk vaksin booster harus dikurangi setengahnya, dari enam bulan menjadi tiga bulan," kata Javid kepada Parlemen Inggris pada Senin kemarin.

Ia pun mengutip saran baru yang disampaikan Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) pemerintah negara itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (30/11/2021), suntikan booster harus diperluas untuk mencakup semua orang dewasa.

JCVI sebelumnya menyarankan booster diberikan kepada mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Perubahan strategi ini diumumkan karena jumlah infeksi Omicron yang terdeteksi di Inggris telah berkembang menjadi 11 kasus pada Senin kemarin.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa Omicron mungkin berpotensi lebih menular dan kebal terhadap vaksin dibandingkan varian yang diketahui sebelumnya.

Baca juga: Kemenkes Dorong Orang dengan HIV/AIDS Segera Vaksinasi Covid-19

Varian ini kali pertama ditemukan di Afrika Selatan pada awal bulan ini dan mencapai beberapa negara Eropa pada akhir pekan lalu.

"Dalam perlombaan antara vaksin dan virus ini, varian baru mungkin telah memberikan virus tambahan," tegas Javid.

Ia pun memperkirakan adanya peningkatan kasus dalam 'beberapa hari mendatang'.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved