Breaking News:

Virus Corona

Pasca Varian Omicron Muncul, Banyak Anak di Afrika Selatan Positif Covid-19

Provinsi terpadat di Afrika Selatan, Gauteng, telah mengalami peningkatan kasus rawat inap pasien covid-19 yang didominasi anak-anak.

digi24.ro
Ilustrasi varian baru Covid-19, Omicron. Pasca Varian Omicron Muncul, Banyak Anak di Afrika Selatan Positif Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG - Provinsi terpadat di Afrika Selatan, Gauteng, telah mengalami peningkatan kasus rawat inap virus corona (Covid-19) yang didominasi kelompok anak-anak, sejak varian Omicron diidentifikasi di negara itu.

Kendati demikian, semuanya masuk dalam kategori kasus 'ringan' dan diperkirakan akan segera pulih.

Pernyataan ini disampaikan oleh Spesialis Kesehatan Masyarakat di Departemen Kesehatan Gauteng, Dr Ntsakisi Maluleke pada Sabtu kemarin.

Baca juga: Studi Awal di AS: Omicron Mungkin Memiliki Kode Genetik Virus Penyebab Flu Biasa

Baca juga: Varian Omicron Mengancam, Berikut Tips Agar Terhindar dari Paparan Covid-19 di Momen Nataru

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (5/12/2021), ia mengatakan bahwa 113 dari 1.511 orang yang dites positif terinfeksi Covid-19 di rumah sakit provinsi itu, berusia di bawah 9 tahun, dengan proporsi tujuh persen.

"Kami bisa sedikit lebih tenang mendengar laporan dokter bahwa anak-anak memiliki gejala ringan," kata Dr Maluleke.

Ia menekankan bahwa saat ini para dokter pun belum tahu varian mana yang membuat pasien terinfeksi.

Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus.
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. (Justin TALLIS / AFP)

Keberadaan anak-anak yang terkonfirmasi positif itu di rumah sakit pun dianggap sebagai langkah pencegahan.

"Mereka lebih suka anak-anak itu berada di bawah perawatan selama satu atau dua hari, dibandingkan membiarkan diam di rumah dan memperumit masalah. Namun kita benar-benar harus menunggu bukti," kata Maluleke.

Maluleke juga mengatakan banyak pasien Covid-19 di provinsi itu menunjukkan gejala mirip flu 'non-spesifik' yang khas dari varian Omicron.

Termasuk tenggorokan gatal yang teriritasi, namun tidak kehilangan indera perasa atau penciuman.

"Masyarakat tidak perlu takut, tapi harus tetap waspada," tegas Maluleke.

Provinsi dataran tinggi Gauteng yang kecil namun kaya emas ini mencakup Pretoria, pusat pemerintahan eksekutif, pusat keuangan Afrika Selatan, dan kota terbesar Johannesburg dan bandara tersibuknya, O.R. tambo.

Dengan dihuni 12 hingga 15 juta penduduk, provinsi tersebut adalah rumah bagi seperempat dari populasi di Afrika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini melaporkan tidak ada kematian yang disebabkan Omicron, meskipun varian ini telah terdeteksi pada setidaknya 38 negara dan semua benua kecuali Antartika.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved