Virus Corona
Berikut Kesiapan Tempat Tidur di Rumah Sakit dalam Hadapi Varian Omicron
saat ini ada 1011 rumah sakit rujukan Covid-19 dari 3.114 Rumah Sakit di seluruh Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam perjalanannya, varian Omicron, sejak 26 November 2021, Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan varian ini sebagai Varian of Concern.
Lalu terdapat 110 negara yang telah melaporkan ada kasus Omicron.
Laporan Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data (GISAID) per 29 Desember lalu, ada 73.968 kasus Omicron.
Di sisi lain kasus varian Omicron di Indonesia sudah mencapai 68 kasus per 29 Desember 2021. Varian ini Kemungkinan lebih besar menular namun tidak separah delta.
Terkait risiko infeksi, penelitian menunjukkan adanya kemungkinan reinfeksi jika dibandingkan varian lain.
Efikasi vaksin terhadap varian ini pun mengalami penurunan. Begitu juga dengan kekebalan tubuh.
Baca juga: Kasus Omicron Tambah 68 Orang, Kemenkes Sebut Semua Kasus Baru adalah Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Oleh karenanya butuh kesiapan dari pemerintah dalam hal ini fasilitas kesehatan dan tenaga medis.
Kasubdit Pelayanan Gawat Darurat Terpadu Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr Asral Hasan, menyatakan saat ini ada 1011 rumah sakit rujukan Covid-19 dari 3.114 Rumah Sakit di seluruh Indonesia.
"Seluruh rumah sakit sudah siap menerima Covid-19. Dengan jumlah yang disediakan saat ini terakhir tempat tidur 82.169," ungkapnya pada webinar virtual, Sabtu (1/1/2022).
Namun saat lonjakan kasus, dr Asral menyebutkan kebutuhan tempat tidur bisa mencapai 120 ribu.
Baca juga: Masker N95 Dapat Beri Perlindungan Terbaik Lawan Omicron, tapi Ahli Peringatkan Adanya Barang Palsu
Situasi yang sudah landai saat ini membuat kebutuhan jumlah tidur Covid-19 pun menurun.
Namun dr Asral menegaskan saat lonjakan kasus, rumah sakit juga mempunyai kesiapan meningkatkan okurasi tempat tidur yang ada.
Data Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur se-Indonesia, dibawah 60 persen yaitu sekitar 2,52 persen. Saat ini kapasitas tempat tidur paling tinggi adalah DKI Jakarta, Aceh, DIY Yogyakarta, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.
"Lima terbesar ini terisi rata-rata 4-6 persen," katanya menambahkan.
Sejauh ini, kata dr Asral tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi juga masih rendah yaitu sekitar 2,4 persen.
Sejauh ini memang masih batas aman. Artinya kasus sangat menurun, namun bukan berarti ada penurunan kewaspadaan bagi rumah sakit.