Virus Corona

Terjadi Tren Kenaikan Kasus Covid-19, Pemerintah Ingatkan Masyarakat Tak Sepelekan Omicron

Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi pada 22 Januari 2022 telah ada dua kasus kematian akibat varian Omicron.

Editor: Adi Suhendi
IST
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi pada 22 Januari 2022 telah ada dua kasus kematian akibat varian Omicron.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan hal tersebut merupakan kasus fatalitas pertama berkaitan dengan Omicron.

Hal ini kata Reisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19 apa pun variannya.

Walau disebut memiliki gejala lebih ringan, dengan adanya kasus kematian tentu menjadi peringatan untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Apa lagi dalam satu pekan terakhir kasus Covid-19 meningkat sangat cepatnya. Dari 22 Januari kemarin, ternyata kasus Covid-19 itu menyentuh angka 3.205 kasus," kata Reisa dalam siaran Radio RRI, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Menkes: 20 Pasien Omicron Jalani Perawatan Dibantu Tabung Oksigen

Angka tersebut menjadi kenaikan dengan jumlah tertinggi sejak kasus kasus Omicron terkonfirmasi masuk Indonesia pada Desember 2021.

"Apa lagi kalau kita lihat dari penambahan ke belakang, ternyata tertinggi sejak 18 September 2021," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Omicron, Luhut Tegaskan akan Perketat Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Padahal rata-rata penambahan kasus harian Indonesia hanya berada di bawah angka 300 usai gelombang varian Delta melandai.

"Kemarin per tanggal 23 juga tinggi yakni 2.925 kasus. Jadi kita harus hati-hati. Kasus sudah mulai banyak dan para penderita varian Omicron sudah banyak," katanya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved