Virus Corona

Ahli Sebut Varian Omicron Bisa Timbulkan Dampak Kesehatan Jangka Menegah dan Panjang yang Serius

Dicky pun menyebutkan jika Omicron diprediksi akan berdampak pada kelompok anak-anak. Dimulai dari tingkat kesakitan sampai kematian.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
Freepik
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian of concern (VOC) punya potensi risiko besar yang berdampak pada kesehatan.

Setiap varian memiliki karakternya masing-masing. 

"Ada kelebihan masing-masing yang berpotensi memperburuk situasi pandemi. Sehingga dia menjadi VOC. Apa pun VOC tidak boleh diremehkan. Dinggap enteng dan diabaikan dan harus direspon serius," ungkap Dicky pada Tribunnews, Jumat (28/1/2022).

Dicky pun menyebutkan jika Omicron diprediksi akan berdampak pada kelompok anak-anak. Dimulai dari tingkat kesakitan sampai kematian.

Omicron bahkan bisa lebih parah dibandingkan varian sebelumnya. 

Di sisi lain, Omicron yang 90 persen dominan tidak bergejala, ternyata dapat memengaruhi kesehatan jangka menegah dan panjang yang jauh lebih serius.

Baca juga: Kata Dokter Paru soal Gejala Omicron: Biasanya Batuk, Gatal, dan Nyeri Tenggorokan, Tak Selalu Demam

Pada jangka menengah, karena pengabaian, akan banyak masyarakat yang abai laksanakan protokol kesehatan.

Sehingga virus ini dapat bersikulasi bebas dan menginfeksi banyak orang. 

"Ini menyebabkan adanya potensi kemunculan varian baru. Karena dia bisa leluasa mereplikasi, bermutasi berpotensi menjadi sangat besar. Ini menjadi ancaman serius," tegasnya.

Baca juga: Omicron Lebih Berpotensi Sebabkan Kesehatan Memburuk Pada Anak Dibandingkan Delta, Ini Faktornya

Sedangkan jangka panjang, Omicron yang punya karakter sulit dideteksi membuat orang yang terinfeksi tidak mendapatkan penanganan secara cepat.

Akibatnya bisa menimbulkan Long Covid-19.

Long Covid-19 tentunya berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Dan dari sisi negara, dapat merugikan karena kualitas SDM menurun.

Di sisi lain, Long Covid-19 juga dapat meningkatkan kasus komorbid.

Misalnya diabetes, jantung, ginjal, hipertensi dan sebagainya. Situasi ini tidak hanya akan membebani tidak hanya sisi individu dan keluarga tapi juga negara.

Baca juga: Menkes Beberkan Ciri-ciri Omicron dan Cara Cegah Penularannya, Gejala Ringan Seperti Flu Biasa

"Anggaran kesehatan habis atau terserap besar untuk pelayanan seperti ini. Situasi ini harus menjadi pertimbangan. Kalau abaikan, kita sendiri merugi. Ini perkara waktu. Jadi kalau kita tidak merespon dan mitigasi sekarang, kita akan rugi," pungkasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved