Virus Corona

Jangan Anggap Remeh, Gejala Omicron dan Delta Nyaris Sama, Demam, Batuk hingga Sakit Tenggorokan

Sekjen Perdalin mengatakan bahwa gejala umum yang ditimbulkan Omicron maupun Delta 'nyaris sama'.

capture zoom meeting
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin), dr. Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM dalam webinar bertajuk 'Omicron vs Delta', Selasa (22/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang telah berlangsung nyaris 2 tahun ini memang telah memunculkan berbagai varian yang menyebabkan penularan virus tersebut semakin massif.

Saat ini muncul varian baru Omicron yang dikonfirmasi ditemukan pada November 2021 dan dikategorikan sebagai varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Penelitian di AS: Anak Dirawat di RS Selama Gelombang Omicron 4 Kali Lebih Banyak Dibanding Delta

Dianggap memiliki gejala yang lebih ringan, namun Omicron disebut bersifat lebih cepat dan mudah menular jika dibandingkan varian sebelumnya, yakni Delta.

Lalu bagaimana tanggapan ahli terkait gejala yang ditimbulkan Omicron maupun Delta ?

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin), dr. Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM mengatakan bahwa gejala umum yang ditimbulkan Omicron maupun Delta 'nyaris sama'.

"Sebenarnya hampir sama gejalanya (Omicron dan Delta), bisa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hilang penciuman (anosmia) atau ada yang sesak nafas," ujar dr. Ronald, dalam webinar bertajuk 'Omicron vs Delta', Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, tidak ada gejala spesifik yang ditunjukkan Omicron maupun Delta, bahkan jika dibandingkan varian pendahulunya, gejalanya pun cenderung sama saja.

"Sebenarnya gejala Omicron nggak ada yang khusus, semua gejala Covid-19, apapun variannya semua hampir sama," jelas dr. Ronald.

Saat ditanya apakah ada perbedaan antara gejala batuk yang dialami orang yang terkena flu biasa maupun pasien yang tertular varian Omicron dan Delta serta varian sebelumnya yakni Alpha, dr. Ronald menyampaikan bahwa gejala batuknya tidak bisa dibedakan.

"Batuk Omicron, batuk Delta, batuk flu, bstuk Alpha tidak bisa dibedakan," kata dr. Ronald.

Ia pun meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi mengenai sifat Omicron yang disebut memiliki gejala ringan.

Sehingga saat mengalami gejala yang tidak terlalu dirasakan, masyarakat menjadi abai terhadap kesehatan mereka.

"Jangan terpengaruh dengan isu bahwa 'kalau Omicron itu batuknya ringan. Kalau Delta (batuknya) kering', (karena) semua gejala hampir sama," tegas dr. Ronald.

Oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu concern terhadap kesehatan mereka, terlebih di masa pandemu seperti saat ini.

Saat mengalami gejala yang mengarah pada Covid-19, kata dia, maka sebaiknya melakukan swab untuk mengetahui gejala penyakit apa yang sebenarnya mereka rasakan.

"Oleh karena itu, di era pandemi ini, begitu muncul gejala, wajib untuk di-swab. Karena kita nggak bisa bedakan ini Covid atau bukan," pungkas dr. Ronald.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved