Virus Corona

Aktivitas Meningkat Selama Ramadan, Masyarakat di Wilayah Padat Penduduk Diminta Taat Prokes

Pemerintah mengizinkan mudik bagi masyarakat yang ingin pulang kampung pada lebaran tahun tahun 2022 ini.

Tribunnews.com/ Valdy Arief
Aktivitas Meningkat Selama Ramadan, Masyarakat di Wilayah Padat Penduduk Diminta Taat Prokes 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah mengizinkan mudik bagi masyarakat yang ingin pulang kampung pada lebaran tahun tahun 2022 ini.

Pelonggaran kebijakan ini menyusul semakin melandainya kasus Covid -19 di Indonesia.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah meminta
masyarakat yang berada di daerah padat penduduk dengan tingkat mobilitas yang tinggi agar selalu menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Booster Jadi Syarat, Satgas Covid-19 Bantah Pemerintah Larang Mudik Secara Halus

Baca juga: Beda Syarat dengan Nonton MotoGP Mandalika, Ini Alasan Mudik Wajib Vaksin Booster Covid-19

"Tentunya daerah yang padat penduduk dengan mobilitas yang tinggi, itu tentunya rentan terhadap penularan. Maka dari itu, perhatian pemerintah dan juga masyarakat pada daerah-daerah tersebut harus betul-betul menjalankan
protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sosial ekonominya," kata Wiku dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat (FMB) 9 pada Senin (28/3/2022).

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers soal perkembangan kasus Covid-19 secara virtual, Kamis (17/3/2022).
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers soal perkembangan kasus Covid-19 secara virtual, Kamis (17/3/2022). (Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden)

Wiku menegaskan, aktivitas masyarakat akan meningkat selama Bulan Ramadan.

"Kita tetap waspada dengan kondisi ini agar harus tetap terkendali. Apakah pergi ke tempat ibadah, ataukah juga mungkin ke pasar dan seterusnya tidak apa-apa asal betul-betul pertama protokol kesehatannya dijaga ketat agar melindungi diri dan melindungi orang lain," terangnya.

Saat ini kasus Covid-19 terus menunjukkan angka yang cenderung menurun. Bahkan, per kemarin (27/3/2022), kematian tercatat ada di angka 100 orang.

"Per kemarin masus aktif yang baru hanya 3.000 kasus. Bahkan kematiannya juga menurun," kata Wiku.

Wiku menghimbau agar masyarakat jangan lengah dan tetap waspada agar kondisi ini tetap terkendali.

Ibadah Harus Terkendali

Warga muslim menunaikan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat (11/3/2022). Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali memperbolehkan shalat Jumat, salat Tarawih dan shalat Ied dengan saf rapat di masjid dengan pertimbangan pemerintah sudah mencabut berbagai aturan protokol COVID-19. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga muslim menunaikan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat (11/3/2022). Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali memperbolehkan shalat Jumat, salat Tarawih dan shalat Ied dengan saf rapat di masjid dengan pertimbangan pemerintah sudah mencabut berbagai aturan protokol COVID-19. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Prof Wiku menyampaikan agar masyarakat perlu beribadah dengan aman. Salah satunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama selama bulan suci.

Berikutnya supaya mudik aman, mohon untuk segera melakukan vaksin booster bagi yang belum. Bagi yang belum vaksinasi kedua, segara vaksin.

"Supaya imunitasnya naik dan orang yang melakukan perjalanan aman, dan yang dikunjungi juga aman. Jadi betul-betul kita mengamankan semua," harapnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved