Virus Corona
Muncul Varian Omicron XE, Pakar Epidemiologi Ingatkan Cakupan Vaksinasi
Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merilis terkait varian baru yang merupakan hasil rekombinan BA.1 dan BA.2.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merilis terkait varian baru yang merupakan hasil rekombinan BA.1 dan BA.2.
Menurut Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman, varian baru ini untuk sementara disebut sebagai varian Omicron XE.
Terkait kemunculan varian XE ini, menurut Dicky ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.
Pertama, Indonesia harus mengejar cakupan vaksinasi Covid-19 dua dosis dan booster.
Baca juga: WHO Keluarkan Rilis Varian Baru Omicron yang Didominasi XE, Epidemiolog Ingatkan Tetap Waspada
Baca juga: CDC: Sub-varian Omicron BA.2 Kini Dominan di AS
Kedua, adanya penegasan jika varian Omicron bukanlah yang terakhir.
Begitu juga dengan kenaikan kasus ketiga tempo lalu bukanlah yang terakhir.
Dicky menyebutkan jika kedepan akan ada potensi varian baru. Begitu pula dengan gelombang kasus.
"Namun kita harus minimalkan risiko dengan mitigasi. Terus menjaga leveling PPKM kita. Setidaknya dia bisa dijadikan sebagai payung untuk efektifitas 3T , tidak boleh menurun,"ungkapnya pada kanal, Senin (4/3/2022).
Terutama yang bersifat survelens dan protokol kesehatan 5M. Dan kebijakan tersebut menurut Dicky tidak hanya berlaku di bulan Ramadan saja.Tapi sampai status pandemi Covid-19 dicabut.
Harus ada konsisten dengan kriteria dan indikator yang dimiliki. Sehingga dapat menjadi patokan bagi Indonesia. Kapan dilakukan pelonggaran dan kapan diberlakukan pengetatan.
"Selain itu, sekali lagi mengingatkan jika sebentar lagi harus mudik. Akan ada pergerakan manusia dan interaksi yang cukup tinggi. Pemerintah harus konsisten dengan kriteria yang sudah ditetapkan," kata Dicky menambahkan.
Di sisi lain, Dicky menyebutkan jika Indonesia sudah baik dengan masalah Imunitas.
Namun aspek cakupan vaksinasi Covid-19 harus dikejar secara keseluruhan.
Dan ketiga, booster menjadi sangat penting. Ini terbukti saat Indonesia menghadapi gelombang ketiga varian Omicron. Fatalitas dapat dihindari karena bekal imunitas.
Terkait tingkat keparahan ini, data belum diperoleh karena ini masih dalam penelitian.
Tapi untuk menghindari kemungkinan terburuk, pemerintah harus melakukan mitigasi semaksimal mungkin dengan cara vaksinasi Covid-19, menggunakan masker dan menjaga jarak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-omicron7.jpg)