Sabtu, 23 Mei 2026

Virus Corona

Pakar Epidemiologi: Kenaikan Kasus Covid-19 Bisa Saja Terjadi Kembali

sub varian Omicron seperti BA.4 dan BA.5 itu akan menyebabkan infeksi yang jauh lebih banyak dari varian sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Johnson Simanjuntak
dok pribadi
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyebaran Omicron dan sub varian lainnya jelas memiliki angka reproduksi lebih tinggi dari Delta dan varian sebelumnya. 

Bahkan bisa disebut varian Omicron beserta sub merupakan penyakit saluran pernapasan yang paling efektif menginfeksi dan mudah menyebar. Angka reproduksinya bahkan mendekati 10.

Hal ini disampaikan oleh pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman

"Artinya kalau melihat negara maju yang mempunyai kemampuan deteksi, testing, treacing dan masih dijaga, akan menemukan kasus yang banyak," kata Dicky pada Tribunnews, Senin (6/6/2022). 

Bahkan jika munculnya ribuan kasus Covid-19 misalnya di Amerika dan negara lain, menurut Dicky, hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. 

Karena menurutnya memang sub varian Omicron seperti BA.4 dan BA.5 itu akan menyebabkan infeksi yang jauh lebih banyak dari varian sebelumnya.

Artinya kenaikan kasus Covid-19 sudah bisa diprediksi. Bahkan untuk kasus di Indonesia. Tapi ada masalah klasik di negara dunia yang perlu diperhatikan. 

"Yaitu pada tahun ketiga semakin menurunnya kemampuan testing. Entah karena fokus yang sudah berkurang, atau juga memang kemampuan testing nya tidak sekuat dulu dalam mencari tahu kasus infeksi," kata Dicky lagi. 

Baca juga: Afrika Selatan Alami Lonjakan Covid Varian Omicron, Rata-rata Kasus Harian Naik dari 300 Jadi 8.000

Tapi apa pun alasan menurunnya deteksi dini, memang mayoritas yang terinfeksi semakin tidak menunjukkan gejala. Kalau pun ada biasanya bergejala ringan.

Di sisi lain, perkara serius yang perlu diperhatikan adalah dampak dari Long Covid-19. Dan salah satu cara adalah memperluas cakupan vaksinasi untuk mengurangi keparahan.

Karenanya Dicky pun menyarankan untuk kembali memastikan testing dan treacing tetap dilakukan. Kemudian terus meningkatkan informasi pada publik bahwa pandemi belum dicabut. 

Menurutnya, jika tidak ada mitigasi akan ada masalah setelahnya. Bahwa seperlima dari kasus yang pulih itu bisa berpotensi long Covid-19. Sehingga masyarakat tidak boleh abai.

Selain itu masyarakat pun harus mencegah lahirnya varian yang semakin merugikan.

Caranya dengan melaksanakan prokes, menggunakan masker. Termasuk akselerasi vaksinasi dan booster.
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved