Virus Corona

Vaksin Viral Vektor dan mRNA sebagai Booster untuk Tangkal Omicron, Ini Kata Dokter Paru

Masyarakat yang melakukan vaksinasi booster baru mencapai 26,46 persen. Sekira 73 persen masyarakat belum melakukannya.

capture zoom meeting
Dokter Spesialis Paru sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K)., dalam virtual media briefing bertajuk 'Update Kasus Covid dan Cacar Monyet dari PB IDI', Jumat (26/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, vaksinasi booster dengan viral vector dan mRNA memberikan perlindungan tinggi terhadap omicron. 

"Keduanya memberikan tingkat perlindungan yang tinggi sebagai booster baik disuntikan sebagai booster homolog atau heterolog dari jenis vaksin yang diterima," kata dokter Erlina dalam kegiatan di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Booster dari vaksin AZD1222 yaitu AstraZeneca dan vaksin mRNA Covid-19 yakni Modern atau Pfizer memberikan perlindungan yang tinggi terhadap keparahan penyakit yang disebabkan oleh Omicron, termasuk resiko rawat inap dan kematian, bahkan ketika subvarian baru virus muncul, hasil dari tinjauan ahli terhadap lebih dari 50 studi di dunia.

Baca juga: Mengenal Vaksin Covovax yang jadi Booster Homolog dan Jenis Vaksin Booster di Indonesia

Sebanyak 22 ahli dari Asia dan Amerika Latin yang terlibat dalam studi ini menyimpulkan, strategi peningkatan booster berkelanjutan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi setahun sekali untuk populasi umum, dan setiap enam bulan untuk kelompok rentan seperti mereka yang hidup dengan penyakit kronis.

Dari segi keamanan, baik data global bataupun di Indonesia, menunjukkan vaksin ini aman sampai dengan saat ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sasaran vaksinasi nasional ditargetkan sebesar 234.666.020 juta penduduk. 

Sementara, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster baru mencapai 26,46 persen atau sekitar 62.091.264 orang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sekira 73 persen masyarakat belum melakukan vaksinasi booster.

Di satu sisi, kumulatif total dosis vaksinasi per 13 September 2022 mencapai 437.124.042 orang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved