Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Kemenkes: Ada 48 Kasus Varian XBB dan XBB1 di Indonesia

Sampai saat ini masih mendominasi subvarian BA.4 dan BA.5. Subvarian XBB sudah mulai tampak di pertengahan Oktober.

Tayang:
Kompas.com/Shuttterstock
Ilustrasi Subvarian Omicron XBB 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan, ada 48 subvarian XBB maupun XBB1 yang ditemukan dari pemeriksaan pemantauan WGS.

Kasus tersebut berasal dari DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat.

"Gejalanya lebih ringan daripada yang BA.5 maupun BA.5. Memang ada yang dirawat pasien ini, tapi sebagian besar diisolasi mandiri. Yang dirawat ada yang juga sembuh," ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril pada konferensi pers, Kamis (10/11).

Dalam satu minggu ini kasus konfirmasi mengalami peningkatan sebanyak 47,24 persen.

Sampai saat ini masih mendominasi subvarian BA.4 dan BA.5. Subvarian XBB sudah mulai tampak di pertengahan Oktober.

Pada Kamis (10/11), ada penambahan kasus konfirmasi positif per tanggal 9 November 2022 sebanyak 6.186 kasus.

Baca juga: PPKM Level 1 Diperpanjang karena Subvarian Omicron XBB, Simak Isi Aturannya dan Himbauan Kemendagri

Sementara, trend perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit sejak Oktober 2022 sampai dengan 8 November 2022 ada 4.896 pasien. Sebanyak 5 persen atau 133 pasien di antaranya dirawat di ruang ICU, sementara 95 persen atau 4.763 pasien dirawat di ruang isolasi.

"Data-data ini harus menjadi perhatian kita agar masyarakat bisa mencegah untuk tidak jatuh sakit atau masuk rumah sakit, kelompok pasien dengan gejala sedang, berat dan kritis adalah mereka yang belum pernah divaksin , dan lansia adalah kelompok dengan kematian tertinggi”ucap dr. Syahril.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved