Virus Corona

Makau Izinkan Warganya yang Terinfeksi Covid-19 untuk Lakukan Isolasi Mandiri

Pemerintah Makau akan mengizinkan warganya yang terinfeksi Covid-19 untuk mengisolasi diri di rumah mulai Rabu

Editor: Hendra Gunawan
Video screen grab via Reuters
Aksi protes terhadap kebijakan pembatasan Covid-19 telah menyebar ke banyak kota di China. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG – Pemerintah Makau akan mengizinkan warganya yang terinfeksi Covid-19 untuk mengisolasi diri di rumah mulai Rabu (14/12/2022).

Dilansir dari Reuters, pejabat Kesehatan setempat mengatakan bahwa seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan dapat tinggal di rumah dan memantau diri sendiri selama lima hari.

“Ini akan membantu mengurangi tekanan pada sumber daya medis dan mempertahankan fungsi normal masyarakat", kata biro kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di China Melonjak, Pemerintah Perbanyak Fasilitas Kesehatan

Makau yang masuk ke dalam wilayah administrasi khusus China, secara langsung mengikuti strategi virus korona negara itu sejak 2020, mengingat ketergantungannya yang besar pada pengunjung China untuk mendorong ekonomi yang bergantung pada perjudian.

Adapun, China juga telah mulai melonggarkan langkah-langkah pengendalian Covid-19.

Pekan lalu, Makau mengumumkan pelonggaran aturan karantina untuk kedatangan dari luar negeri menjadi lima hari karantina hotel ditambah tiga hari isolasi di rumah, sambil mengakhiri pengujian rutin pengunjung dari Tiongkok dan tidak lagi mengunci seluruh bangunan ketika kasus yang dikonfirmasi ditemukan.

Sementara itu, Sekretaris Urusan Sosial dan Budaya Makau Elsie Ao mengatakan bahwa sekitar 80 persen populasi kota kemungkinan dapat terinfeksi Covid-19 menyusul pelonggaran aturan isolasi dan pengujian pandemi yang signifikan.

Makau diketahui hanya memiliki satu fasilitas kesehatan dan pada saat wabah meningkat beberapa waktu lalu fasilitas tersebut kewalahan menangani pasien yang bergejala parah.

Namun, pejabat setempat mengatakan bahwa warga tidak perlu khawatir tertular virus karena sebagian besar kasus hanya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved