Pemilukada 2010
Kekayaan Calon Wali Kota Nurdiono Rp 21,9 Miliar
TRIBUNNEWS.COM, BANDARLAMPUNG - Nurdiono merupakan kandidat terkaya di antara enam pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung. Pemilik stasiun Tegar TV, yang maju dari jalur independen ini memiliki harta kekayaan senilai Rp 21,9 miliar.
Ini terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada KPU Bandar Lampung via faksimil, Selasa (22/6) siang.
Dalam LHKPN bernomor B-1444/12/VI/ 2010 itu, kekayaan Nurdiono terhimpun di antaranya dari 28 bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya. "Mayoritas berada di Bandar Lampung dan Lampung Selatan," terang Ketua KPU Bandar Lampung As'ad Muzzammil kepada wartawan di ruang kerjanya.
Nurdiono juga memiliki sejumlah tanah dan bangunan di Tangerang (Banten), Sleman (Yogyakarta) , Surabaya dan Ngawi (Jawa Timur). Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung ini juga mempunyai sejumlah harta benda berupa kendaraan bermotor, yakni enam unit mobil dan satu unit sepeda motor. Selain itu, Ketua Yayasan Akademi Keperawatan Panca Bhakti ini menyimpan logam mulia dengan nilai Rp 127 juta.
Posisi kedua kandidat terkaya, juga ditempati calon wali kota yang maju lewat jalur independen, Sauki Shobier. Ia memiliki harta kekayaan mencapai Rp 18 miliar lebih, atau terpaut sekitar Rp 3 miliar lebih sedikit daripada Nurdiono. Pejabat eselon II di Pemerintah Kota Bandar Lampung ini melaporkan mempunyai enam bidang tanah dan bangunan.
Kandidat termuda, Heru Sambodo berada pada posisi ketiga kandidat terkaya dengan total harta sebanyak Rp 10,8 miliar. Calon wakil wali kota pasangan Kherlani yang juga putera Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M Alzier Dianis Thabranie ini memiliki empat bidang tanah dan bangunan.
Sementara, di posisi keempat kandidat terkaya adalah mantan Kepala Biro Keuangan Pemprov Lampung Herman HN. Calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan dan sejumlah partai lain ini memiliki harta senilai Rp 6,5 miliar. Di posisi lima sampai tujuh secara berurutan ditempati Tobroni Harun (pasangan Herman HN, Rp 4,3 miliar), Dian Kurnia Laratte (pasangan Nurdiono, 3,5 miliar), dan Syamsul Rizal (pasangan Sauki Shobier, Rp 2,6 miliar).
Yang menarik, calon incumbent, Eddy Sutrisno hanya berada di peringkat delapan terkaya, atau termiskin nomor empat dari 11 kandidat yang datanya dikirm KPK. Selama lima tahun memimpin Kota Tapis Berseri, wali kota periode 2005-2010 ini, 'hanya' memiliki kekayaan Rp 1,5 miliar.
Tiga kandidat lainnya, Hantoni Hasan (pasangan Eddy Sutrisno), Sugiyanto dan pasangannya, Dhomiril Hakim, memiliki kekayaan di bawah Rp 500 juta. Secara berurutan harta ketiganya bernilai Rp 410,9 juta, Rp 365,8 juta, dan Rp 231,3 juta.
Dhomiril Hakim yang memiliki harta kekayaan paling sedikit di antara kandidat lainnya, melaporkan hanya mempunyai sebidang tanah.
Lampiran LHKPN yang dikirim KPK ke KPU hanya berjumlah sebelas lembar, dari seharusnya 12. Satu-satunya data kekayaan yang tak ada adalah data Kherlani, kandidat yang diusung Partai Golkar.