Rabu, 29 April 2026

Cover Story Tribun Jakarta

Inggris vs Prancis: Visi Vital Sang Jenderal

Apa faktor kunci yang bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan saat duel klasik Inggris lawan Prancis dihelat?

Tayang:
Penulis: Glery Lazuardi

Liputan Khusus Euro 2012 di Tribun Jakarta

Baca Juga Berita Piala Eropa 2012 lainnya

Pernak-pernik dan Laporan Langsung dari Euro 2012

TRIBUNNEWS.COM – Apa faktor kunci yang bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan saat duel klasik Inggris lawan Prancis dihelat, Selasa (12/6/2012) dini hari nanti? Jawabnya bisa jadi kematangan Steven Gerrard di kubu Inggris, dan Franck Ribery di kubu Prancis. Keduanya sama-sama pemain senior, dan punya peran vital di tim masing-masing.

Khusus soal Gerrard, Inggris sepertinya benar-benar membutuhkan kelugasan visi bermain sang jenderal saat memimpin The Three Lions bersua Tim Ayam Jantan. Tim Inggris tengah terhuyung. mereka sedang dilanda badai cedera sejumlah pemain pilar. Sebut saja Frank Lampard, Gareth Barry, dan Gary Cahill, serta tak diperkuat Wayne Rooney yang kena hukuman.

Ini membuat sang arsitek yang baru saja dilantik Roy Hodgson tak punya banyak waktu untuk mengotak-atik tim. Pola lama -sepak bola terbuka dengan umpan jauh pada striker yang menjadi target utama di depan- sepertinya jadi opsi paling logis dipakai Hudgson.

Kalau sudah begitu, visi berbalut umpan matang dari Gerrard mutlak diperlukan. Hal tersebut yang kemudian dikhawatirkan Pelatih timnas Perancis Laurent Blanc. Menurut peraih gelar juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2002 ini, Inggris punya senjata ampuh, sang jenderal lapangan Gerrard!

“Saya melihat dua laga uji coba mereka melawan Norwegia dan Belgia, jika mereka bermain dengan cara yang sama, mereka akan mencoba bermain di lini tengah dan melancarkan serangan balik. Oleh karena itu Perancis tidak akan memberikan ruang terlalu banyak dan terjebak untuk bermain keluar, sebab Inggris punya pengumpan yang baik, yaitu Steven Gerrard,” ujar Blanc.

Kepemimpinan natural Gerrard, seperti yang selalu ditunjukkan di Liverpool, jadi senjata lain buat kolektivitas tim. Gerrard beroperasi di lini tengah bertandem dengan Steve Parker. Mereka kerap memecahkan kebuntuan dalam penyerangan, dan sering turun melapis pertahanan.

Begitu vitalnya Gerrard hingga Gelandang Prancis, Yohan Cabaye menyebut Gerrard adalah "roh" Inggris. "Ia pemain yang sangat berpengaruh, dan inspirasional. Ia bisa jadi penyerang yang agresif, tapi juga jadi gelandang bertahan yang tangguh. Taklukkan Gerrard maka Inggris akan kerepotan," ujarnya.

Di kubu Prancis, Franck Ribery adalah segelintir pemain dari generasi saat Prancis meraih runner-up Piala Dunia 2006. Tampil 60 kali membela Les Bleus sejak enam tahun lalu, ia menyumbang sepuluh gol.

Yang harus diwaspadai dari winger kiri ini adalah, kini ia makin matang menunjukkan ketajamannya dalam mencetak gol. Absen mengemas gol sejak dua tahun lalu, tiba-tiba gelandang Bayern Muenchen ini tampil menggila dengan mencetak tiga gol dari tiga uji coba terakhir Prancis.

Aksi apik Ribery dalam mengolah bola bakal dibarengi dengan sentuhan ajaib Samir Nasri, serta tendangan geledek jarak jauh dari Yohan Cabaye. Ribery mengaku sudah mendapat gambaran jelas kekuatan Inggris. "Kami punya banyak pemain yang bermain di Premier League Inggris, dan mereka sangat tahu kekuatan para pemain timnas Inggris sekarang," tuturnya.

Ribery pun menyempatkan diri memelototi laga skuad Three Lions saat menekuk Belgia 1-0 dalam uji coba akhir pekan lalu. "Mereka bertahan sangat baik, dan lebih banyak mengandalkan serangan balik yang bertumpu pada striker mereka, Danny Welbeck, atau Andy Carroll," katanya.

Jadi apa faktor pembeda antara kemenangan dan kekalahan dari laga ini? Kematangan dari para jenderal kedua tim bisa jadi jawabnya.

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved