Breaking News:

Euro 2020

Alvaro Morata Tampil Buruk di Timnas Spanyol, Anaknya Terima Ancaman Pembunuhan dari Fans

Morata mengatakan bahwa anaknya sampai mendapat ancaman pembunuhan gara-gara penampilan buruknya.

Jose Manuel Vidal / KOLAM RENANG / AFP
Penjaga gawang Slovakia Martin Dubravka (belakang) menyelamatkan gol melalui tendangan penalti oleh penyerang Spanyol Alvaro Morata (kanan) selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Slovakia dan Spanyol di Stadion La Cartuja di Seville pada 23 Juni 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Striker timnas Spanyol, Alvaro Morata, mengaku sang anak mendapat ancaman pembunuhan dari fan setelah dirinya tampil melempem di EURO 2020.

Pada pergelaran Euro 2020, Alvaro Morata menuai banyak kritik dari pendukung timnas Spanyol.

Hal itu lantaran penampilan Morata kurang meyakinkan dan banyak membuang peluang. 

Pada tiga laga Spanyol di Grup E, Morata hanya mampu mengemas 1 gol.

Padahal, penyerang Juventus ini kerap mendapat kans untuk mencetak gol.

Baca juga: Blunder Kiper Slovakia Saat Lawan Spanyol Disebut Sebagai Gol Paling Konyol Sepanjang Masa

Pada saat Spanyol ditahan imbang Swedia 0-0 di matchday pertama Grup E, Morata menjadi beban tim karena gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas di babak pertama.

Kemudian di laga kedua melawan Polandia yang berakhir 1-1, Morata juga melewatkan peluang yang bisa dibilang seharusnya 100 persen gol.

Baca juga: Tenaga Lionel Messi Dikuras Timnas Argentina, Pelatih Ungkap Sang Kapten Kelelahan

Kejadiannya pada menit ke-58, ketika Gerard Moreno, yang mengeksekusi penalti, gagal menyarangkan bola setelah mengenai tiang kanan gawang kiper Wojciech Szczesny.

Morata bereaksi cepat untuk memanfaatkan bola muntah tersebut.

Posisinya ideal karena Szczesny, rekan seklub Morata di Juventus, dalam keadaan mati langkah.

Namun, sontekan striker berusia 28 tahun ini malah melenceng.

Baca juga: Di Balik Lolosnya Spanyol ke 16 Besar Euro 2020, Alvaro Morata Tuai Banyak Ancaman & Hinaan

Pemain depan Spanyol Alvaro Morata mencoba melakukan tendangan ke gawang selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Swedia di Stadion La Cartuja di Sevilla pada 14 Juni 2021.
THANASSIS STAVRAKIS / POOL / AFP
Pemain depan Spanyol Alvaro Morata mencoba melakukan tendangan ke gawang selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Swedia di Stadion La Cartuja di Sevilla pada 14 Juni 2021. THANASSIS STAVRAKIS / POOL / AFP (THANASSIS STAVRAKIS / POOL / AFP)

Sementara itu, di laga terakhir Grup E melawan Slovakia, Morata gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-12.

Tembakan kaki kanannya masih mampu dibaca kiper Slovakia, Martin Dubravka, dengan tepat.

Tentu performa angin-anginan Morata membuat fan Spanyol geram.

Apalagi, Morata merupakan andalan La Furia Roja di lini depan.

Morata sendiri sadar penampilannya jauh dari kata memuaskan, tetapi dia juga kecewa karena keluarganya kena imbas dari hal tersebut.

Morata mengatakan bahwa anaknya sampai mendapat ancaman pembunuhan gara-gara penampilan buruknya.

"Saya tak bisa tidur sembilan jam usai duel melawan Polandia," kata Morata seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.

Baca juga: Merasa Kasihan ke Lionel Messi, Sosok Ini Sebut Timnas Argentina Ditangani Pelatih Tak Becus

"Hal itu karena saya dan keluarga saya menerima ancaman dan hinaan."

"Mereka bilang, 'Kami harap anak-anak Anda akan mati'."

"Saya paham kalian mengkritik saya karena tidak mencetak gol."

"Akan tetapi, seharusnya mereka tahu jika ada di posisi saya."

"Mereka harus sadar bagaimana rasanya menerima ancaman, saat ada yang bilang anak-anak Anda akan mati."

"Saat saya tiba di hotel, saya menjauhkan telepon saya."

"Namun, hal yang mengganggu adalah mereka mengatakan hal semacam ini pada istri dan anak saya di stadion," tutur Morata menambahkan.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved