Ibadah Haji 2019

INFO HAJI: Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Nanti Malam Tiba di Mekkah, Ada Gerakan Minum Bersama

Jemaah haji Indonesia yang berangkat dari Embarkasi Surabaya akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah, Minggu (14/7/2019) sore.

INFO HAJI: Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Nanti Malam Tiba di Mekkah, Ada Gerakan Minum Bersama
Tribunnews.com/MCH2019
Situasi terkini Masjidil Haram jelang Salat Jumat (12/7/2019). Ribuan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Jemaah haji Indonesia yang berangkat dari Embarkasi Surabaya akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah, Minggu (14/7/2019) sore dan diperkirakan tiba di Makkah malam hari waktu setempat.

Pergeseran jemaah haji dari Madinah ini untuk melaksanakan ibadah umrah wajib setelah mereka melaksanakan ibadah salat Arbain di Masjid Nabawi Madinah sejak awal ketibaan mereka di tanah suci.

Tim kesehatan haji dari Kementerian Kesehatan segera melakukan persiapan menyambut kedatangan jemaah haji asal Jawa Timur ini dengan menggelar gerakan minum bersama yang akan diterapkan setelah jemaah tiba di Makkah.

Ini dilakukan agar jemaah haji terbiasa minum air putih untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul akibat dehidrasi.

Petugas haji Indonesia dari bagian Perlindungan Jemaah (Linjam) menggelar gladi posko di kawasan Masjidil Haram, Kamis (11/7/2019). Gladi posko digelar untuk memudahkan jemaah haji kembali ke hotel masing-masing usai melaksanan towaf dan sai di Masjidil Haram.
Petugas haji Indonesia dari bagian Perlindungan Jemaah (Linjam) menggelar gladi posko di kawasan Masjidil Haram, Kamis (11/7/2019). Gladi posko digelar untuk memudahkan jemaah haji kembali ke hotel masing-masing usai melaksanan towaf dan sai di Masjidil Haram. (Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Tim Dokter Jaga KKHI Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Dr Edy Ramdhani di KKHI Mekkah, Sabtu waktu setempat mengatakan gerakan minum bersama akan diterapkan kepada jemaah calon haji Indonesia tiap dua hingga tiga jam.

"Nanti di tiap kloter akan diberikan penguatan seperti itu sehingga dengan minum bersama konsumsi cairan benar-benar bisa diukur dan dilakukan," katanya.

Pihaknya melihat ada kecenderungan selama ini jemaah calon haji asal Indonesia kurang sadar untuk mengkonsumsi cairan dalam jumlah cukup.

Padahal asupan cairan sangat diperlukan terlebih saat puncak musim haji tahun ini diperkirakan suhu panas ekstrem akan terjadi sekitar lebih dari 50 derajat celcius.

Senada disampaikan Dr Novita Silvana yang juga Tim Dokter Jaga KKHI Mekkah yang mengatakan gerakan minum bersama harus menjadi bagian tak terpisahkan dan disadari bersama oleh jemaah calon haji Indonesia.

Petugas Haji dan Jamaah Haji melakukan salat berjamaah di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jeddah, Arab Saudi, Rabu (10/7/2019). Sebanyak 370 Petugas Haji Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sejak Selasa 9 Juli 2019 untuk melayani segala kebutuhan Jamaah Haji asal Indonesia. TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI
Petugas Haji dan Jamaah Haji melakukan salat berjamaah di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jeddah, Arab Saudi, Rabu (10/7/2019). Sebanyak 370 Petugas Haji Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sejak Selasa 9 Juli 2019 untuk melayani segala kebutuhan Jamaah Haji asal Indonesia. TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI (TRIBUN/M HUSEIN SANUSI)

"Jangan nunggu haus dan jangan takut sering kencing," kata Novita.

Beberapa tips yang disampaikan oleh KKHI yakni jemaah harus mampu mengelola dan mengukur kemampuan diri serta mengatur dengan baik aktivitas fisiknya, terlebih mereka yang memiliki penyakit bawaan.

"Gunakan selalu alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata, sandal," katanya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya jemaah calon haji untuk selalu mengonsumsi buah dan sayur yang disediakan katering resmi bagi jemaah.

"Seringkali mereka tidak makan buahnya, mereka simpan dan akhirnya tidak terkonsumsi, padahal ini harus dimakan. Dan jangan lupa untuk konsumsi kurma," katanya.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved