Sabtu, 18 April 2026

Ibadah Haji 2019

Waktu-waktu Tepat Bagi Jemaah Haji Lansia Lakukan Umrah di Masjidil Haram

Tapi keinginan itu harus diselaraskan dengan kemampuan fisik jemaah haji hingga tak berdampak pada kemdhorotan lainnya

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Kakbah diabadikan pada Jumat (19/7/2019) dalam kondisi kain Kiswah sudah ditinggikan dan diganti dengan kain putih. Kiswah Kakbah diangkat untuk menyambut datangnya musim haji. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Siapapun yang datang ke Makkah pasti ingin selalu ke Masjidil Haram baik untuk melaksanakan umrah wajib ataupun umrah Sunnah bahkan hanya sekedar untuk salat jamaah lima atau untuk membaca Al-Quran.

Tapi keinginan itu harus diselaraskan dengan kemampuan fisik jemaah haji hingga tak berdampak pada kemudhorotan lainnya yang bisa mengancam jasmani jemaah haji.

Makkah sebagaimana diketahui saat ini sedang berada pada cuaca panas ekstrim mencapai hingga 40 hingga 48 derajat celcius di siang hari. Bagi orang Indonesia keluar dengan cuaca segitu akan berdampak pada berbagai masalah kesehatan serius.

Untuk itu, KH Ahmad Kartono, Konsultan Ibadah PPIH Daker Makkah menyampaikan waktu-waktu yang tepat bagi jemaah haji lansia untuk melaksanakan umrah agar tidak mendapatkan kemudhorotan pada dirinya.

“Untuk jemaah resiko tinggi dan lansia dianjurkan pelaksaannya ibadanya mengambil waktu sore atau malam karena cuaca di Makkah sangat tinggi. Tidak terlalu cape juga jika umrah dilaksanakan disaat sejuk,” katanya.

Kyai Kartono juga mengatakan untuk ibadah harian setelah mereka tiba di Makkah dianjurkan melakukan kegiatan ibadah di hotel saja tidak diforsir di Masjidil Haram.

Baca: Pemerintah Mestinya Hentikan Penjualan Zain

Baca: Rocky Gerung Sebut Sandiaga Uno Sedang Menabung Usai Dikhianati, Dari Awal dengan Prabowo Dipaksakan

Baca: Polisi Telah Limpahkan Berkas Perkara Pria yang Pernah Ancam Jokowi

Baca: Dua Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Terluka karena Berebut Ingin Cium Hajar Aswad

“Secara hukum jemaah uzur usia lansia dan resiko tinggi itu ada dispensasi hukum. Artinya kegiatan yang terkait masalah ibadah ada keringanan untuk mereka melakukan sholat di lingkungan hotel dari sisi pahala pahalanya sama seperti shalat di Masjidil Haram. Karena dalam beberapa penjeleasan ahli mengatakan bahwa Tanah Haram itu secara posisinya sama dengan Masjidil Haram,” katanya.

Untuk itu Kyai Kartono meminta kepada jemaah-jemaah yang resiko tinggi dan lansia diharapkan dapat menjaga kesehatan apalagi di Armina puncak kegiatan ibadah haji.

“Termasuk untuk dapat diperhatikan jemaah adalah jangan sampai melakukan ibadah umrah berulang kali setiap hari. Ini ibadah sunnah betul. Dan hukumnya dianjurkan. Tapi dalam kondisi begini Umrah sunnah jangan dilakukan berulang kebih baik setelah selesai kegiatan operasional Armuzna,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved