Ibadah Haji 2019

Cuaca Panas, Pemerintah Tak Fasilitasi Jemaah Haji yang Ingin Lakukan Ibadah Sunah Tarwiyah

Pemerintah memilih tidak memfasilitasi ibadah sunah tarwiyah karena berpotensi ada jemaah yang tidak bisa melanjutkan perjalanan wukuf di Arafah.

Cuaca Panas, Pemerintah Tak Fasilitasi Jemaah Haji yang Ingin Lakukan Ibadah Sunah Tarwiyah
Tarbiyah
Ilustrasi Jemaah Haji yang Tengah Wukuf di Padang Arafah. 

Pemerintah memilih tidak memfasilitasi ibadah sunah tarwiyah karena berpotensi ada jemaah yang tidak bisa melanjutkan perjalanan wukuf di Arafah.

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH  - Dengan pertimbangan waktu dan cuaca yang cukup terik, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tidak melaksanakan sunah tarwiyah pada pelaksanaan ibadah haji kali ini.

Ibadah sunah tarwiyah yang diprediksi bertepatan dengan cuaca terik, membuat jemaah hai yang melaksanakannya perlu energi yang sangat besar.

Pemerintah memilih tidak memfasilitasi ibadah sunah tarwiyah karena berpotensi ada jemaah yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau kesulitan melaksanakan wukuf di Arafah

“Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tidak melaksanakan tarwiyah, karena waktunya sangat pendek dan perlu energi yang sangat besar. Sehingga, berpotensi ada jemaah yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau kesulitan melaksanakan wukuf di Arafah,” terang Kepala Daker Makkah Subhan Cholid di Makkah, Sabtu (27/07).

Pemerintah pun memilih konsentrasi melayani jemaah haji saat puncak ibadah haji yakni wukuf du Arafah.
“Karena itu, pemerintah konsentrasi untuk memfasilitasi pelaksanakan wukuf di Arafah. Jemaah haji akan memulai perjalanannya mulai 8 Dzulhijjah langsung menuju Arafah,” sambungnya.

Baca: Persiapan Puncak Haji, Instalasi AC, Air Hingga Karpet Sudah Mulai Dipasang di Padang Arafah

Baca: Tenda Jemaah Haji Indonesia Akan Diberi Nomor Saat Puncak Haji Armuzna

Tim Mobile Crisis Satuan Haji menggelar simulasi operasi Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) langsung dari tiga lokasi pelaksanaan puncak haji pada Minggu (14/7/2019). Di bawah terik matahari suhu 41 derajat celcius Satops Armuzna dipimpin Kepala Satops Armuzna, Jaetul Muchlis. 
( Tribunnews/Bahauddin/MCH2019)
Tim Mobile Crisis Satuan Haji menggelar simulasi operasi Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) langsung dari tiga lokasi pelaksanaan puncak haji pada Minggu (14/7/2019). Di bawah terik matahari suhu 41 derajat celcius Satops Armuzna dipimpin Kepala Satops Armuzna, Jaetul Muchlis. ( Tribunnews/Bahauddin/MCH2019) (Tribunnews/Bahauddin/MCH2019)

Utamakan yang Rukun
Menurut Subhan, pelaksanaan Sunnah Tarwiyah merupakan pilihan dan menjadi tanggung jawab masing-masing.

Apabila itu pilihan pribadi, maka jemaah bertanggung jawab dengan dirinya.

Jika dilaksanakan berkelompok, maka pimpinan rombongan bertangung jawab terhadap rombongannya.

“Kami sudah membuat surat edaran kepada semua Ketua Sektor pemondokan jemaah di Makkah, untuk disampaikan kepada para Ketua Kloter. Bahwa setiap jemaah atau rombongan yang akan melaksanakan Tarwiyah harus membuat pernyataan tertulis, bertanggung jawab baik terhadap pribadi maupun rombongan yanag akan dibawa melaksanakan Tarwiyah,” tegas Subhan

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved