Ibadah Haji 2019

Layanan Bus Shalawat di Makkah Puaskan Tim Pengawas DPR RI, Fasilitasnya Nyaman

Tim pengawas Layanan Transportasi DPR RI melakukan pemantauan langsung ke halte hingga terminal di kota Makkah yang setiap harinya dilalui oleh bis sh

Layanan Bus Shalawat di Makkah Puaskan Tim Pengawas DPR RI, Fasilitasnya Nyaman
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/Makkah
Suasana jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (21/7/2019) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Tim pengawas Layanan Transportasi DPR RI melakukan pemantauan langsung ke halte hingga terminal di kota Makkah yang setiap harinya dilalui oleh bis shalawat.

Setelah menyaksikan dan merasakan langsung naik bis shalawat dari halt eke terminal Syib Amir yang dekat dengan Masjidil Haram, mereka mengaku puas dengan layanan bus yang diperuntukkan untuk jemaah haji tersebut.

Tim pengawas Layanan Transportasi DPR melakukan pemantauan langsung ke halte hingga terminal di kota Makkah yang setiap harinya dilalui oleh bis shalawat.

Sejumlah bus shalawat siap dioperasikan untuk melayani jemaah haji ke Masjidil Haram. Bus ini nanti akan mengangkut jemaah haji selama 24 jam dari hotel ke Masjidil Haram
Sejumlah bus shalawat siap dioperasikan untuk melayani jemaah haji ke Masjidil Haram. Bus ini nanti akan mengangkut jemaah haji selama 24 jam dari hotel ke Masjidil Haram (Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

"Kami bersama tim pengawas di bidang transportasi hasilnya sangat bagus. Kita mulai rute dari sisyah ke terminal syib amir dan kami lihat disemua halte - halte ternyata masyarakat puas. Karena mereka menunggu tidak lebih dari 5 menit," kata Ketua Tim Pengawas Layanan Transportasi DPR Bambang Haryo Soekartono di terminal Syib Amir, Minggu (4/8/2019).

Bambang menambahkan, Jemaah haji Indonesia bisa merasakan betapa bagusnya pelayanan transportasi pada haji tahun ini.

Dan setiap rute diisi dengan jumlah bis yang cukup banyak, di mana tersedia 450 bus dan 407 sudah dioperasikan.

"Tidak over load jadi load factor-nya masih memenuhi, jadi cukup nyaman," ujarnya.

Sementara dari segi fisiknya, bis yang digunakan juga terlihat sangat baru sehingga membuat para jamaah yang ada didalamnya merasa nyaman.

"Dari sisi umur yang dijanjikan oleh Kementerian Agama di bawah 5 tahun, malah ada yang 2020 kan tadi masih ditutup plastik," katanya.

Ada sejumlah bus memang terhitung rilis tahun 2020. Di Arab Saudi, kendaraan yang terdaftar di ataa bulan Juli, akan dihitung ke tahun berikutnya.

Bahkan, kursi di sejumlah bus masih tertutup plastik karena memang baru tahun ini digunakan.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved