Ibadah Haji 2019

Jemaah Haji Lakukan Sunnah Tarwiyah Diminta Laksanakan Ibadah Dengan Penuh Tanggung Jawab

Tarwiyah merupakan sebutan untuk salah satu amalan sunnah dalam rangkaian ibadah haji. Sesi ini dilaksanakan pada hari kedelapan

Jemaah Haji Lakukan Sunnah Tarwiyah Diminta Laksanakan Ibadah Dengan Penuh Tanggung Jawab
Media Center Haji (MCH) 2019
Puluhan jemaah haji dari Embarkasi Solo (SOC) bersiap melaksanakan tarwiyah, Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH -   Puluhan ribu orang jamaah haji indonesia berencana untuk melakukan sunah tarwiyah. Angka tersebut berdasarkan data yang diterima oleh PPIH Arab Saudi Daker Makkah.

Tarwiyah merupakan sebutan untuk salah satu amalan sunnah dalam rangkaian ibadah haji. Sesi ini dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah. Jamaah yang melakukannya menapak tilas perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari Mekkah ke Mina, menempuh jarak sekira 14 kilometer. Kemudian, jamaah kembali ke Arafah untuk mengikuti wukuf.

“Bagi jamaah yang akan menempuh tarwiyah tentu kami berharap betul-betul dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Mereka yang akan tarwiyah betul-betul melaporkan kepada karu karomnya masing-masing, kepada ketua kloternya kepada sektornya kepada maktab dimana dia berada sehingga lalu proses tarwiyah yang dilakukan diketahui oleh banyak kalangan dan harus betul bertanggung jawab agar melakukannya tidak sendiri-sendiri tapi berkelompok berombongan sehingga kemudian bisa saling membantu antar sesama jamaah kita,” kata Amirul Hajj, Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (8/8/2019).

Menurut Pelaksana Tugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Yendra Al Hamidy, berdasarkan data yang diterima hingga Kamis (8/8) dini hari, ada 34.680 jamaah yang melapor ingin melakukan sunah tarwiyah. Di mana, mereka melapor ke masing-masing kepala sektornya. "Ada 34.680 yang melapor ingin melakukan sunah tarwiyah," kata Yendra. 

Menurut Yendra, jumlah itu masih belum final. Karena, pihaknya hari ini masih menunggu laporan jamaah yang ingin melakukan sunah tarwiyah.

Sementara, Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Subhan Cholid, jamaah haji yang ingin melaksanakan sunah tarwiyah akan berangkat dari hotelnya di Makkah ke Mina pada Kamis (8/8/2019) sore. Adapun batas akhirnya yaitu hingga Kamis (8/8/2019) malam.

"Kalau Jumat pagi sudah tidak bisa karena itu sudah jadwal jamaah haji dari Makkah yang ke Arafah," kata Subhan.

Menurut Subhan, para jamaah haji yang melakukan sunah tarwiyah akan menginap di tenda Mina. Di sana, mereka akan dilayani oleh pihak Maktab.

"Makanan sudah tersedia di sana. Dilayani oleh pihak Maktab," kata Subhan.

Terkait hal ini, Subhan mengatakan, PPIH Arab Saudi tak memfasilitasi jamaah haji yang ingin melaksanakan tarwiyah. Sebab, pemerintah berfokus pada pelaksanaan wukuf, yang tak lain puncak haji.

"Ada sebagian jamaah yang akan melaksanakan tarwiyah yang merupakan salah satu sunah dalam ibadah haji. Namun, pemerintah Indonenesia tak melaksanakan, mengagendakan, dan memprogramkan pelaksanaan ibadah tarwiyah untuk seluruh jamaah haji Indonesia," kata Subhan.

Subhan menjelaskan, pertimbangan pemerintah dalam hal ini adalah pelaksanaan tarwiyah berlangsung pada 8 Dzulhijah atau satu hari menjelang wukuf di Arafah.

Sementara itu, wukuf di Arafah adalah rukun haji dengan waktu yang sangat pendek. "Dengan pertimbangan keabsahan haji, pemerintah berkonsentrasi pada rukun hajinya yaitu wukuf di Arafah," jelas Subhan.

Menurut dia, jika PPIH berkonsentrasi pada tarwiyah, dikhawatirkan ada sebagian jamaah karena satu dan lain hal tidak bisa melaksanakan wukuf. Maka, tarwiyah menjadi pilihan bagi jamaah, pemerintah tidak  melaksanakan prosesi tarwiyah itu sendiri.

Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved