Ibadah Haji 2019

Pesan Menag di Silaturrahmi NU Se Dunia di Makkah:Merajut Ukhuwah Wathaniyah Menuju Perdamaian Dunia

Alhamdulillah saya dapat menghadiri pertemuan ini lagi untuk keenam kalinya secara berturut-turut, sejak pertemuan ini pertama kali digelar

Pesan Menag di Silaturrahmi NU Se Dunia di Makkah:Merajut Ukhuwah Wathaniyah Menuju Perdamaian Dunia
MCH2019
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di acara Silaturrahmi NU se-dunia di Makkah, Kamis (8/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai Amirul Hajj hadir dalam acara silaturrahmi Nahdlatul Ulama (NU) sedunia di Makkah, Kamis (8/8/2019).

Lukman menyampaikan pesan dalam pidatonya di depan sekitar seribuan warga Nahdliyyin yang hadir di acara tersebut. Berikut teks pesan Lukman Hakim Saifuddin:

Merajut Ukhuwah Wathaniyah Menuju Perdamaian Dunia

Alhamdulillah saya dapat menghadiri pertemuan ini lagi untuk keenam kalinya secara berturut-turut, sejak pertemuan ini pertama kali digelar PCI NU Saudi Arabia pada tahun 2001 atau 18 tahun silam.

Pertemuan ini amat penting bagi kita semua, warga NU. Silaturahim ini membawa kita kembali ke alam nyata. Dari yang semula hanya bertegur sapa di dunia maya, di sini kita dapat bertatap muka. Tentu ada suasana berbeda antara kita bertemu langsung seperti ini bercakap-cakap, ketimbang sekadar bertegur sapa di whatshapp. Ada nuansa persaudaraan, persahabatan, juga tabarrukan.

Lebih dari itu, silaturahim ini adalah forum penguatan untuk menyatukan energi positif dari pada diaspora NU. Seperti halnya umat Islam dari segala penjuru dunia yang berkumpul di Tanah Suci ini, kita di sini berharap mendapatkan keberkahan ilahi dan kemudian menebarkannya ke segala arah. Orang-orang NU telah tersebar di berbagai negara. Sebagian mereka sedang menempuh studi, sebagian lagi telah berkiprah di segala macam bidang profesi. Jika mereka disatukan, alangkah besar potensi energi yang bisa didapatkan untuk segala kebaikan yang kita ingini.

Tapi di zaman sekarang, kita tidak boleh lagi sekadar bicara potensi. Karena jika hanya menghitung potensi, kita akan selalu terlena dengan angka-angka belaka. Kita seringkali bangga dengan sebutan NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia, Indonesia punya populasi muslim terbesar di dunia, dan seterusnya. Tapi apa yang bisa kita perbuat dengan itu? Sebagai yang terbesar, apakah kita sudah dominan mewarnai wajah Islam di muka bumi?

Berawal dari pertanyaan tersebut, marilah kita mengubah potensi energi pada NU menjadi daya nyata bagi kemanusiaan. Dari situlah kita akan mengawal perdamaian dunia karena pada hakikatnya manusia membutuhkan kedamaian.

Hadirin yang saya muliakan,

Halaman
123
Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved