Haji 2019

Berkunjung ke Museum Sahabat Nabi yang Baru Dibuka di Makkah

Destinasi wisata yang baru dikembangkang pemerintah Arab Saudi bernama Museum Sahabat Nabi atau As-Haabee Exhibition

Berkunjung ke Museum Sahabat Nabi yang Baru Dibuka di Makkah
Tribunnews.com/Bahaudin/MCH2019
Delegasi Amirul Hajj berkunjung ke Museum sahabat nabi di Kota Makkah. Museum ini mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Destinasi wisata yang baru dikembangkang pemerintah Arab Saudi bernama Museum Sahabat Nabi atau As-Haabee Exhibition.

Museum ini berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW mulai dari Makkah hingga hijrah ke Madinah.

Selain itu, di Museum ini juga diceritakan para sahabat Rasulullah.

Pemandu Museum Sahabat Nabi, Hamdani, yang berasal dari Indonesia mengatakan Museum Sahabat Nabi merupakan museum yang baru dibuka.

“Museum ini dibuka sekitar sebulan yang lalu di Museum Haji dan pemilik Museum ini juga sama dengan pemilik Museum Al Quran yang ada di Kota Madinah. Untuk Museum ini ada promo gratis khusus untuk pengunjung jamaah Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Museum terdiri dari 10 stand atau ruangan dimana setiap ruangan disajikan hal-hal yang terkait dengan sejarah para sahabat Nabi baik dari Mekkah maupun dari Madinah.

Baca: Satu Jemaah Haji Asal Pamekasan Meninggal di Makkah Seusai Cuci Darah, Almarhum Diketahui Kepsek SMA

Baca: Laksanakan Ibadah Tawaf dan Umroh, Jemaah Haji Kembali Padati Masjidil Haram

“Tentu yang disajikan ada dalam bentuk video, cuplikan video, keterangan tulisan. Gambar-gambar, foto-foto. Tapi tentu ada pemandu, dari Indonesia ada pemandu,” katanya.

Harga tiket sebesar 15 riyal per orang dan jika datang dalam rombongan lebih dari 50 orang harganya 10 riyal per orang.

“Jam buka museum setelah salat subuh sampai jam 11 siang kemudian buka lagi setelah salat ashar sampai jam 22.30 malam,” kata Hamdani yang juga mahasiswa di Umm Al Qura University Mekkah.

Museum itu menyediakan pemandu-pemandu dengan bahasa asal pengunjung termasuk dua pemandu dari Indonesia.

“Setiap negara disediakan satu pemandu tapi untuk Indonesia sendiri di musim haji disediakan dua pemandu karena jamaah Indonesia jumlahnya lebih banyak dibanding jamaah dari negara lain,” katanya.

Pada musim haji, pengunjung ke museum itu berkisar 1.000-2.000 orang dalam sehari.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved