Minggu, 12 April 2026

Ibadah Haji 2026

Proses Pemvisaan Jemaah Haji Capai 162 Ribu, 40.000 Lainnya Target Rampung Seminggu Jelang Idulfitri

Hingga kini sekitar 162.000 dokumen jemaah haji telah berhasil diproses oleh Kementerian Haji dan Umrah. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Haji dan Umrah masih melakukan proses pemvisaan jemaah haji Indonesia.
  • Tercatat sekitar 162.000 dokumen jemaah telah berhasil diproses.
  • Sisanya sekitar 40.000 dokumen sedang dalam tahap penyelesaian.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga kini sekitar 162.000 dokumen jemaah haji telah berhasil diproses oleh Kementerian Haji dan Umrah

Sisanya sekitar 40.000 dokumen sedang dalam tahap penyelesaian.

Baca juga:  Prabowo Pastikan Jemaah Haji & Umrah Indonesia di Makkah Dapat Hunian Layak Melalui Kampung Haji

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengatakan tim pemvisaan yang terdiri dari 85 personel bekerja secara intensif selama 24 jam untuk memastikan seluruh dokumen rampung tepat waktu.

"Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu," ujar Ian dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

 

 

Ian mengakui proses ini bukan tanpa kendala. 

Beberapa tantangan teknis yang dihadapi antara lain koneksitas sistem dengan pihak Arab Saudi serta proses pemaketan layanan yang berkaitan dengan akomodasi hotel dan kamar bagi jemaah.

"Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jemaah selama di sana," jelasnya.

Selain itu, adanya permintaan mutasi atau pindah kloter dari jemaah juga sempat menjadi catatan. 

Meski begitu, Ian mengungkapkan pihaknya telah membatasi proses mutasi tersebut sejak dua minggu lalu untuk menjaga stabilitas komposisi kloter yang sudah terbentuk.

Ia menargetkan seluruh proses pemvisaan rampung pada awal Maret, atau setidaknya satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri.

"Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimis bisa tuntas di akhir Februari ini," pungkas Ian.

Ia menyebut proses pemvisaan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bukan menjadi halangan bagi Tim Visa untuk mengejar target.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved