Webinar, Menjadi Konten Kreator Pendidikan di Media Sosial

Senin, 29 Agustus 2022 13:44 WIB
Foto #2
TRIBUNNWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengadakan webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema "Menjadi Konten Kreator Pendidikan di Media Sosial" bagi para guru di Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/8/2022) melalui platform zoom meeting.     Dimoderatori oleh Wahyu Rintoko Aji, acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Khususnya para guru sebagai konten kreator pendidikan melalui Instagram, TikTok, Youtube, dan platform lain dengan memanfaatkan teknologi digital.      Berdasarkan survey oleh We are Social Hootsuite per Februari 2022, di Indonesia, terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.      Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya (2,1 juta atau naik 1%). Tapi, masih ada potensi yang masih cukup besar agar seluruh penduduk Indonesia dapat menggunakan internet sepenuhnya.      Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada di angka 3,49 dari skala 1-5. Dari hasil skor itu, terlihat bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.     Maka, Kemenkominfo berupaya memberi pemahaman pada masyarakat agar lebih cakap memanfaatkan teknologi digital yang berdasar pada kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.     Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan pernyataan terkait pesatnya perkembangan digital di Indonesia saat ini. “Perkembangan digital saat ini perlu kapasitas literasi yang mumpuni agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” ujar Semuel.     Langkah Jadi konten Kreator di Bidang Pendidikan; Bendahara relawan TIK Kota Tegal, M. Muzaqi menyampaikan materi pertama dengan menjelaskan maksud dari lanskap digital sebagai pembuka.     “Lalu, arti konten kreator dan bagaimana cara membuat konten. Pembuatan konten dapat diawali dengan human mind, yaitu memikirkan apa yang menjadi kebutuhan dari target audiens. Selanjutnya, create content dan copywriting untuk membuat konten yang tepat dan sesuai hasil riset. Lalu, lakukan distribution dengan memilih i media apa yang cocok dalam menyebarkan konten,” jelas M. Muzaqi.     Prinsip konten pendidikan yang disampaikan oleh Muzaqi adalah visible, interesting, simple, useful, accurate, legitimate, dan structured. Ada kesimpulan di materi pertama ini bahwa guru sangat berpotensi menjadi konten kreator pendidikan dalam menunjang proses belajar mengajar.     Dilanjutkan materi Nia Nurdiansyah, Fasilitator Womenwill/Gapura Digital Indonesia. Ia menjelaskan peran konten kreator dalam membuat konten. Mulai dari foto, video, podcast, tulisan, hingga digital art.     “Konten yang baik adalah yang relate atau berhubungan dengan kebutuhan audiens, dapat memberi nilai, dan sesuai target dan kanal atau platform yang dipakai,” ujar Nia Nurdiansyah.     Nia Nurdiansyah turut memberi penjelasan cara menjadi konten kreator yang bisa dimulai dengan mengikuti tren, memahami audiens, mengasah skill dan mempelajari konten yang sudah ada sebelumnya serta keinginan untuk konsisten.      “Terdapat satu hal penting, yaitu evaluasi efektivitas konten untuk menentukan langkah-langkah dalam proses pembuatan konten selanjutnya,” ujar Nia.     Materi pelengkap topik kali ini disampaikan oleh Desty Dwiyanasari, Founder Duaide. Ia menjelaskan langkah-langkah menjadi konten kreator dan cara memanfaatkan media sosial.     “Diawali dengan mengenali potensi diri, melakukan riset, menyusun jadwal konten, dan membuat desain serta konsisten menjalani. Terdapat aplikasi yang bisa digunakan dengan mudah melalui smartphone, seperti Canva, Timble, dan Quik,” ujar Desty.     Desty pun membagi rahasia mengenai tips menyusun strategi konten agar bisa viral. “Penting untuk menggunakan kecakapan digital dalam mencari informasi dan menggunakan aplikasi atau platform yang tepat dalam memaksimalkan potensi dan menghasilkan prestasi dunia digital. Menjadi konten kreator pendidikan dengan membuat isi konten yang edukatif, positif inspiratif dan tidak memuat hoaks di dalamnya,” jelasnya. //xis
Byline/Fotografer IST/HO
Byline Title IST/HO
Credit TRIBUNNEWS.COM
Source TRIBUNNEWS.COM
Copyright TRIBUNNEWS.COM
KOMENTAR
berita TERKAIT