Webinar tema, Membangun Generasi Emas di Era Digital

Senin, 29 Agustus 2022 18:19 WIB
Foto #1
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online yakni Literasi Digital dengan mengusung tema: "Membangun Generasi Emas di Era Digital", diselenggarakan, Senin (29/8/2022) melalui platform zoom meeting.      Dalam seminar Literasi Digital menghadirkan empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu: Ibu Rachel Maryam Sayidina (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan  B.Sc (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI), serta mengundang Abulwafa Muhammad, S.Kom., M.Kom (Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang) dan Dr. Harliantara,  M.Si. (Akademisi dan Praktisi Penyiaran).      Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.       Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Ibu Rachel Maryam Sayidina. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa, generasi emas adalah generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual yang baik.     "Untuk membangun generasi emas, dibutuhkan sinergitas semua pihak, baik orang tua, pemerintah maupun lembaga pendidikan untuk bisa menciptakannya. Dalam era digital, begitu banyak hal yang mampu mempercepat terbangunnya generasi emas dengan banyaknya media-media yang memudahkan masyarakat untuk belajar tentang berbagai hal dengan mudah. Kendati demikian, dalam era digital juga banyak hal yang mungkin menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan keahlian literasi digital untuk mampu memilah hal baik dan buruk dari dunia digital, " terang Ibu Rachel dalam pengantarnya.      Dilanjutkan sambutan Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan bahwa, sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.     "Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerja sama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia, " jelas Semuel dalam sambutannya.     Narasumber Abulwafa Muhammad, selaku salah seorang akademisi dibidang ilmu komputer, mengatakan bahwa "Generasi emas adalah mereka yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan mampu menggunakan kemajuan teknologi digital. Dengan beberapa aspek digital, Digital Skill, Digital Ethics, Digital Culture, dan Digital Safety. Masyarakat memanfaatkan dunia digital sebagai digital marketing, menggunakan media digital seperti media sosial, e-commerce untuk berbisnis, hiburan dan liburan. Membangun generasi emas dimulai dari agama dengan tindakannya, dimulai dari keluarga, kemudian akan diterapkan di lingkungan masyarakat luas, " kata Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang ini.     Terakhir pemaparan Harliantara, Akademisi dan Praktisi Penyiaran. Beliau menjelaskan bahwa untuk membangun generasi emas yang kini berada diposisi industry 4.0 dengan sistem siber, internet, dan jaringan.     "Dimana Indonesia akan membuat generasi emas di tahun 2045 dengan dimensi sosial, budaya, ekonomi dan politik. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk Indonesia 70% dalam usia produktif. Dimana manusia jaman sekarang sudah harus berpikir inovatif, kolaboratif, berjiwa wira usaha, dan digital-minded. Tentunya untuk membangun generasi emas Indonesia harus terus berkompetisi yang menerapkan budaya digital, etika digital, kecakapan digital, dan aman digital dengan baik. Tidak ada yang bisa menggantikan kecerdasan manusia yang lebih kreatif, fleksibel, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan, yang merupakan ungkapan dari Koetsier. " tutup Harliantara.     Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang di paparkan oleh para narasumber, Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber, moderator mamfasilitasi untuk ses itanya jawab. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber.//xis
Byline/Fotografer IST/HO
Byline Title IST/HO
Credit TRIBUNNEWS.COM
Source TRIBUNNEWS.COM
City Jakarta
Province DKI Jakarta
Country Indonesia
Copyright WARTA KOTA
KOMENTAR
berita TERKAIT