Peluncuran Program UOB Saving Weeks
Selasa, 3 Desember 2024 10:40 WIB
Foto #2
Consumer Banking Director UOB Indonesia Cristina Teh Tan (kedua kiri) bersama Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret (kedua kanan), Regional General Manager - Regional 2 UOB Indonesia Suryati Budiyanto (kiri) dan PFS Marketing Head UOB Indonesia Arief Tjakraamidjaja (kanan) saat meluncurkan program ‘Savings Weeks’ di Jakarta, Senin (2/12/2024). UOB Indonesia meluncurkan program UOB Saving Weeks yang bertujuan untuk membantu nasabah dalam menabung dan memiliki masa depan finansial yang aman. Melalui program ini, UOB Indonesia ingin mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia untuk membangun kebiasaan menabung yang kuat, dan diharapkan dapat menciptakan ketahanan finansial yang lebih baik serta pertumbuhan kekayaan jangka panjang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
| Editor | Bian Harnansa |
| Byline/Fotografer | IRWAN RISMAWAN |
| Byline Title | IRWAN RISMAWAN |
| Date Created | 20241202 |
| Credit | TRIBUNNEWS |
| City | Jakarta Pusat |
| Province | DKI Jakarta |
| Country | Indonesia |
| Copyright | TRIBUNNEWS |
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
Berita Terkait
-
Awalnya Dipercaya Berkhasiat, Ternyata Air dari Sinkhole di Sumbar Terbukti Mengandung Bakteri
Usai dinyakini berkhasiat, ternyata air dari sinkhole di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) mengandung bakteri. -
Pandji Pragiwaksono Sindir NU Terima Tambang, Yenny Wahid: Itu Kenyataan, Sudah Konsekuensi Dikritik
Yenny Wahid menjelaskan 3 hal yang disikapi PBNU terkait laporan terhadap Pandji Pragiwaksono, termasuk keputusan menerima konsesi tambang. -
Momen Bahlil Buka-bukaan Proyek RDMP Balikpapan Banyak Drama: Harusnya Rampung Mei 2024
Bahlil Lahadalia, mengungkap segala dinamika yang terjadi dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan milik Pertamina. -
Dituding Lakukan KDRT, Na Daehoon Akui Bukan Sosok Sempurna
Na Daehoon tergerak untuk buka suara berkait tudingan KDRT, setelah melihat banyak pihak yang mempercayai kabar tersebut dan menunjukkan kekhawatiran. -
Sepanjang 2025, Tiga Orang di Indonesia Meninggal per Jam akibat Laka Lantas, Didominasi Pemotor
Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam keselamatan lalu lintas.