Selasa, 9 Juni 2026

Aktivis Kemanusiaan Diserang

Turki: Minta Maaf atau Putus Hubungan Diplomatik

Turki memberi peringatan keras kepada Israel bahwa hubungan diplomatik kedua negara akan diputuskan kecuali Israel minta maaf.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Turki memberi peringatan keras kepada Israel bahwa hubungan diplomatik kedua negara akan diputuskan kecuali Israel minta maaf. Ultimatum itu dilontarkan Turki sebagai balasan serangan terhadap kapal kemanusiaan Turki yang mengangkut bantuan ke Gaza bulan Mei lalu.

Seperti dikutip media Turki, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan pemutusan hubungan diplomatik seperti itu hanya bisa dihindarkan jika Israel menyetujui penyelidikan internasional atas insiden tersebut.

"Israel punya tiga pilihan; mereka bisa minta maaf atau menyetujui penyelidikan internasional yang tidak berpihak dan mengakui hasil penyelidikan itu. Kalau tidak, hubungan diplomatik kedua negara akan diputuskan."

Turki, yang hingga saat ini menjadi sekutu penting Israel di dunia Islam, tidak hanya menuntut permintaan maaf dari Israel tapi juga menuntut ganti-rugi bagi keluarga para korban.

Sikap Turki semakin keras terhadap Israel setelah pertemuan mendadak Davutoglu dengan Menteri Perdagangan Israel Benyamin Ben Eliezer di Swis, lima hari lalu. Pertemuan itu dianggap sebagai upaya kedua negara untuk membangun kembali hubungan diplomatik kedua negara tersebut. Namun, dengan peringatan terbaru ini pemerintah Turki tampaknya mengambil posisi yang lebih tegas.

Pemerintah Israel sejauh ini menyatakan tidak ada alasan untuk minta maaf atas insiden penyerangan kapal kemanusiaan untuk Gaza tersebut.

Israel mengatakan pasukan komandonya bertindak untuk membela diri setelah diserang oleh para penumpang kapal, yang merupakan bagian dari armada bantuan untuk menembus blokade Israel ke jalur Gaza.(BBC)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved