Aktivis Kemanusiaan Diserang
PM Israel Diperiksa Terkait Mavi Marmara
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan diperiksa Senin (9/8/2010), atas kejadian kapal Mavi Marmara, 21 Mei 2010 lalu.
TRIBUNNEWS.COM, YERUSSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan bersaksi menurut versinya, Senin (9/8/2010), atas kejadian yang mengarah pada serangan mematikan terhadap armada kapal Mavi Marmara, 21 Mei 2010 lalu.
Saat itu, pasukan komando angkatan laut Israel menyerbu enam kapal bantuan yang berusaha menerobos blokade terhadap Jalur Gaza. Pengambil keputusan tingkat tinggi yang terlibat dalam penyerbuan komando itu, termasuk Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Kepala Staf Gabi Ashkenazi.
Kesaksian perdana menteri tersebut akan disampaikan di depan sebuah komisi Israel. Namun, mandat komite itu akan dibatasi pada pengkajian masalah legalitas internasional, dan mereka tidak akan menyelidiki proses pengambilan keputusan yang mengarah pada operasi mematikan itu.
Dengar pendapat umum akan berlangsung di sebuah balai di Yerusalem. Sejumlah pejabat Israel mengatakan, panel itu akan mendengarkan kesaksian tersumpah Barak pada Selasa dan Ashkenazi pada hari berikutnya.
Akibat insiden itu, gubungan Israel-Turki terperosok ke tingkat terendah sejak kedua negara itu mencapai kemitraan strategis pada 1990-an.
Turki memanggil duta besarnya dari Tel
Aviv dan membatalkan tiga rencana latihan militer setelah penyerbuan
itu. Turki juga dua kali menolak permohonan pesawat militer Israel
menggunakan wilayah udaranya. (AFP)