Rabu, 10 Juni 2026

Bom Bunuhdiri Serang Pawai Syiah 53 Tewas

Kekerasan di Pakistan terus berlangsung ditandai dengan banyaknya aksi bom bunuh diri.

Tayang:
Editor: Iswidodo
TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN- Kekerasan di Pakistan terus berlangsung ditandai dengan banyaknya aksi bom bunuh diri. Jumat (3/9/2010) terjadi lagi serangan bom bunuh diri yang menghantam pada rombongan pawai muslim Syiah di kota Quetta, Pakistan Barat Daya hingga menewaskan 53 orang dan 197 cidera.

Penyerang termasuk di antara massa yang berjumlah sekitar 450 orang dan meledakkan bom ketika mencapai lapangan utama di kota itu. Ledakan itu mengakibatkan suasana kacau. Massa yang marah membakar, sebagian lain menembak ke udara, ada pula yang lari atau telungkup di tanah agar tidak terkena tembakan.

"Menurut laporan yang diterima dari rumah-rumah sakit, 53 orang tewas dan 197 cedera"  kata Sardar Khan, kepala bagian pengawasan kepolisian Quetta, kepada AFP dikutip kompas.com. Sabtu (4/9/2010).

Sebelumnya, ada tiga serangan bom bunuh diri menewaskan 31 orang dan mencederai ratusan lain Rabu pada saat acara perkabungan Syiah di kota Lahore, Pakistan timur.

Pawai Jumat itu dilakukan untuk memperingati hari Al-Quds, peristiwa internasional yang diadakan setiap tahun oleh masyarakat Syiah untuk menentang cengkeraman Israel atas Yerusalem dan menunjukkan solidaritas pada muslim Palestina.

Muslim Syiah merupakan minoritas di Pakistan, sekitar seperlima dari penduduk negara itu yang berjumlah 160 juta orang yang didominasi orang Sunni.

Malik Iqbal, kepala kepolisian provinsi Baluchistan, mengatakan, penyelenggara pawai itu telah diperingatkan agar menggunakan rute-rute berbeda untuk menghindari serangan teror yang mungkin dilakukan.

Polisi terpaksa memadamkan kerusuhan yang terjadi setelah pemboman bunuh diri itu. "Massa yang marah berusaha membakar sebuah bangunan swasta dan kendaraan. Beberapa peserta pawai bersenjata dan mereka melepaskan tembakan ke udara. Mereka juga membakar sejumlah sepeda dan sepeda-motor," kata Khan.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengutuk keras pemboman itu dan mendesak penyelidikan segera atas insiden tersebut. Kedutaan Besar AS juga mengutuk serangan itu.

Serangan-serangan bom yang berkaitan dengan Taliban dan Al-Qaeda di Pakistan menewaskan lebih dari 3.660 orang dalam tiga tahun ini sejak pasukan pemerintah mengepung kelompok garis keras di sebuah masjid di ibu kota negara itu, Islamabad, pada Juli 2007.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved