Jumat, 8 Mei 2026

Dua Korea Bersitegang

75 Pesawat Tempur AS Tiba di Korsel untuk Latihan Perang

Kapal Induk George Washington yang membawa 75 pesawat tempur, hadir di perairan Korea, Minggu (28/11/2010), guna latihan militer.

Tayang:
Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL --- Kapal Induk George Washington hadir di Perairan Korea, Minggu (28/11/2010). Hal ini menandakan dimulainya latihan militer bersama antara AS dan Korsel di perairan barat Semenanjung Korea.

Pihak Amerika Serikat menyebutkan latihan militer bersama ini sebagai tanda pencegahan terhadap Korut. Seorang pejabat dari pasukan AS di Korea, kepada Reuters, mengatakan, kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington telah bergabung dengan pelatihan yang akan berlangsung selama empat hari itu.

Kapal induk George Washington membawa 75 pesawat tempur dan memiliki awak lebih dari 6.000 orang. George Washington tidak datang sendirian, kapal induk ini disertai sedikitnya empat kapal perang lain.

Menghadapi kondisi yang kian memanas, Presiden Korsel, Lee Myung-Bak meminta para menteri dan pembantunya untuk bersiap menghadapi provokasi yang dilakukan Korut saat pelatihan itu berlangsung.

"Ada kemungkinan Korut akan melakukan beberapa tindakan yang tak disangka-sangka. Jadi harap bersiap dengan sungguh-sungguh menghadapinya melalui kerja sama dengan pasukan gabungan Korea-AS," kata Lee sebagamana dikutip oleh jurubicaranya.

Kantor berita Korea Utara KCNA Sabtu (27/11) lalu mengatakan, "Jika AS membawa kapal induknya ke Laut Barat Korea akhirnya, tak seorang pun yang dapat memprediksi konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi".

Cina telah berusaha mencegah eskalasi kekerasan di Korea dan memperingatkan terhadap aksi militer di dekat pantainya.

Korea Selatan menjelaskan bahwa Cina telah mengirim sejumlah pejabat senior yang mencakup Penasihat Negara, Dai Binnguo ke Seoul untuk mengadakan pertemuan, Ahad (28/11/2010), dengan Menteri luar Negeri Korsel, Kim Sung-hwan.

Militer AS menegaskan, pelatihan militer bersama itu lama direncanakan sebelum serangan Korut pada Selasa. Latihan itu memang dirancang untuk merintangi Korea Utara dan tidak ditujukan pada Cina.

"Kami telah beroperasi secara rutin di perairan, di lepas pantai Semenanjung Korea selama bertahun-tahun," kata Kapten Darryn James, seorang juru bicara Pentagon.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved