Gempa dan Tsunami Landa Jepang
Jepang Masih Siaga Satu Radiasi Nuklir
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengungkapkan negerinya masih tetap dalam kondisi "siaga satu" untuk kembali menormalkan krisis nuklir
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Naoto Kan
mengungkapkan negerinya masih tetap dalam kondisi "siaga satu" untuk kembali menormalkan krisis nuklir sejak dua pekan pascagempa bumi dan tsunami terdahsyat yang pernah melanda mereka.
Demikian diungkapkan Kan di depan parlemen Jepang seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (29/3/2011). Menurut Kan, krisis nuklir kali ini tidak bisa diprediksi, dan yang terburuk sejak Perang Dunia II.
"Gempa bumi, tsunami dan bencana nuklir menjadi krisis terbesar bagi Jepang dalam dekade terakhir. Dari sekarang, kita tetap menerapkan siaga satu menangani krisis ini," ujar Kan.
Pernyataan Kan menyikapi para pejabat ahli nuklir yang mengumumkan telah ditemukannya plutonium beracun yang bocor dan keluar dari pembangkit nuklir yang hancur karena gempa.
TEPCO (Tokyo Electric Power Company) sebagai operator PLTN
mengungkapkan, contoh kebocoran diambil sepekan lalu.
Pejabat bidang keselamatan mengungkapkan jumlah kecil plutonium yang ditemukan di sekitar lokasi pembangkit tidak membahayakan manusia.
Namun, temuan ini menguatkan kecurigaan bahwa air tanah sudah tercemar radioaktif.