Gempa dan Tsunami Landa Jepang
Produksi Mobil Jepang Pulih di Awal April
Pabrikan mobil Jepang termasuk Toyota Motor Corp dan Nissan Motor Co, Selasa (29/3/2011), mengaku butuh waktu untuk kembali memproduksi secara normal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pabrikan mobil Jepang termasuk Toyota Motor Corp dan Nissan Motor Co, Selasa (29/3/2011), mengaku butuh waktu untuk kembali memproduksi secara normal, pascagempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu yang menghantam PLTN, sebagai penyuplai daya perusahaan.
Juru bicara Toyota mengatakan, mustahil untuk memproduksi normal sekarang, mengingat ada 500 bagian yang rusak karena musibah.
Seorang sumber kepada Reuters mengatakan, Toyota meminta pemasok utama tak berharap banyak produksi ini kembali pulih, setidaknya sampai 11 April nanti.
Setidaknya ada 18 pabrik perakitan di Jepang yang menghentikan
perakitan untuk mobil-mobil keluaran Toyota dan Lexus. Kecuali dua pabrikan yang mulai memproduksi tiga model mobil hibrida sejak Senin kemarin. Itupun dalam jumlah yang terbatas, termasuk Prius.
Sementara itu, CEO Nissan Carlos Ghosn mengatakan para pekerja di salah satu pabrik perakitan di timur laut yang terkena bencana ingin mengembalikan tingkat produksi dalam kondisi normal paling lambat awal Juni.
Menurut Juru Bicara Nissan, Ghosn tak berniat menutup pabrik dekat reaktor nuklir Fukushima. Ia meminta akhir April nanti, produksi mulai berjalan dan sebulan sesudahnya dapat berproduksi maksimal, sambil terus memantau pemasok utama.
Sebelumnya, pabrikan mobil Jepang terbesar nomor dua mengaku, mengawali proses normalisasi, pemasok suku cadang diminta mengirimkan barang pertengahan April. Tapi memang, pengiriman untuk beberapa bagian memakan waktu lebih lama sampai semuanya normal.