Moammar Khadafi Tewas
PBB: Kemerdekaan Libya Masih Awal Perjuangan
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon Minggu (23/10/2011) menyebutkan kemerdekaan Libya sebagai titik sejarah baru
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon Minggu (23/10/2011) menyebutkan kemerdekaan Libya sebagai titik sejarah baru setelah puluhan tahun diperintah diktator.
Seperti dilansir AFP, dalam sebuah pernyataan, Ban menekankan bahwa PBB akan memberikan dukungan untuk Transisi Nasional Dewan, bergerak untuk membentuk pemerintah sementara dan Pemilu.
"Deklarasi akhir pemerintahan Moammar Khadafi adalah titik sejarah yang menandakan rakyat Libya mencapai kebebasan mereka setelah beberapa dekade kediktatoran memerintah," Ban mengatakan.
"Dari hari ini dan seterusnya, rakyat Libya akan bertanggung jawab penuh akan masa depan mereka. Pemimpin masa depan yang baru telah menyatakan negera dan pemerintahannya akan didasarkan pada keadilan dan rekonsiliasi nasional," kata Ban.
Ban juga mengingatkan rakyat Libya bahwa berakhirnya perang hanya awal dari apa yang diperjuangkan Libya. Tekad mereka sekarang adalah untuk membangun Libya yang benar-benar baru.