Senin, 1 Juni 2026

Moammar Khadafi Tewas

Pemimpin Baru Proklamasikan Kemerdekaan Libya

Dewan Transisi Nasional (NTC), Minggu (23/10/2011) mengumumkan bahwa Libya merdeka

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, BENGHAZI - Dewan Transisi Nasional (NTC), Minggu (23/10/2011) mengumumkan bahwa Libya merdeka.

Kemerdekaan Libya ini, seperti dilansir AFP, berhasil direbut setelah lebih delapan bulan berjuang hingga akhirnya, di kota Benghazi, tempat kelahiran dan tewasnya Moammar Khadaffi.

"Libya kini merdeka. Angkat kepala anda tinggi.... Anda adalah warga Libya yang merdeka," pekik Wakil Ketua NTC, Abdel Hafiz Ghoga, di hadapan puluhan ribu warga Libya yang langsung menyahut "Libya Merdeka".

"Kita sedang memasuki fase baru. Dan atas kemerdekaan Libya, salah satu yang diminta adalah tanggung jawab lebih dari kita semua untuk mengisinya," serunya, tiga hari setelah penangkapan dan tewasnya Khadafi.

Ketua NTC dan pemimpin Libya sementara Libya, Mustafa Abdel Jalil, dalam pidatonya, di Lapangan Kish timur kota itu, menekankan bahwa syariah Islam akan menjadi sumber utama dari undang-undang Libya yang baru. "Setiap hukum yang melanggar syariah adalah batal demi hukum," tegasnya.

Abdel Jalil juga mengucapkan terima kasih kepada NATO atas dukungannya terhadap pemberontakan anti-Khadafi yang dimulai di Benghazi pada pertengahan Februari lalu.

Dia berujar bahwa kemerdekaan Libya tidak gampang didapat. Kemerdekaan ini dibayar dengan ongkos dan jatuhnya banyak korban jiwa yang tewas dalam pertempuran terhadap rezim lama.

"Semua martir, sipil dan militer, sedang menunggu saat ini untuk bergabung bersama kita dalam perayaan ini. Tetapi mereka sekarang berada di tempat terbaik, di surga," kenangnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved