Korban Tewas Rusuh Mesir Bertambah 7 Orang
Kerusuhan yang pecah di Mesir pasca tewasnya 74 orang dalam bentrokan antarsuporter tim sepak bola beberapa waktu lalu, semakin meluas.
Laporan wartawan tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM , KAIRO - Kerusuhan yang pecah di Mesir pasca tewasnya 74 orang dalam bentrokan antarsuporter tim sepak bola beberapa waktu lalu, semakin meluas. Dilaporkan sedikitnya 7 orang tewas dalam kerusuhan yang pecah di Kota Kairo dan Suaez.
Menurut Kementerian Kesehatan Mesir, lima korban tewas ditemukan di Kota Suaez, sementara sisanya ditemukan di Kota Kairo. Seluruh korban tewas, menurut pihak Kemenkes Mesir, tak hanya masyarakat Mesir yang menggelar aksi demonstrasi, namun juga anggota kepolisian. Mereka tewas dengan luka tembakan di sekujur tubuh mereka.
Kemenkes Mesir, juga melaporkan, sedikitnya 10 orang dalam kondisi kritis akibat kerusuhan tersebut. Mereka kini sudah ditangani medis oleh rumah sakit Suaez. Mereka merupakan bagian dari 2.500 orang yang terluka dalam kerusuhan yang sudah berlangsung dua hari di Mesir.
Sementara itu, menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir (Kemendagri), Marwan Mustapha, sebanyak 200 anggota polisi terluka dalam kerusuhan.
Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan masyarakat Mesir, yang semulanya untuk memprotes tewasnya 74 orang dalam pertandingan sepakbola sepakbola diantara klub sepakbola, al-Masry, melawan al-Ahly, berubah menjadi aksi demonstrasi menentang pemerintahan sementara Mesir, yang dipimpin oleh rezim militer.
Pendukung klub sepak bola Al-Ahly, yang dijuluki "ultras", memiliki peran penting dalam menggulingkan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, dalam protes jalanan tahun lalu yang dikenal sebagai Arab Spring.
Mereka menuduh polisi sengaja membiarkan penggemar Al-Masry untuk menyerang mereka, pasca pertandingan al-Masry, melawan al-Ahly, berakhir.
"Ini seperti perang, Anda tidak dapat mempercayainya. Apa yang terjadi kemarin [Rabu] itu perang, itu bukan sepakbola untuk membunuh tanpa perasaan apapun, itu tidak normal," kata mantan pemain Al-Ahly, Hani Seddik.
Seperti diketahui, tawuran suporter sepakbola pecah di Mesir, Rabbu (1/2/2012). Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan sedikitnya 74 orang tewas dan ratusan luka akibat kejadian ini. Kerusuhan terjadi tepatnya di sisi utara Kota Pelabuhan Said (Port Said) di Pantai Mediterania.
Pendukung kesebelasan tuan rumah al-Masry, menyerbu masuk ke lapangan usai kemenangan bersejarah atas al-Ahly, klub papan atas Mesir. Menurut laporan VOAnews, peristiwa ini diikuti dengan lemparan batu, kembang api dan botol-botol ke arah pendukung kesebelasan lawan. Bahkan rekaman siaran televisi menunjukkan peristiwa para suporter berlarian di tengah lapangan mengejar para pemain al-Ahly, yang menyulut bentrokan dan penyerbuan makin menjadi-jadi. (cnn/bbc)