Cuaca Beku Menjalar ke Barat: Jatuh Korban di Prancis
Cuaca dingin ekstrim yang sebelumnya menewaskan ratusan orang di negara-negara Eropa Timur, mulai menjalar ke wilayah Eropa Barat.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM - Cuaca dingin ekstrim yang sebelumnya menewaskan ratusan orang di negara-negara Eropa Timur, mulai menjalar ke wilayah Eropa Barat.
Sedikitnya empat orang tewas akibat cuaca dingin di wilayah Prancis dan mengakibatkan 43 departemen pemerintahan memberlakukan status siaga.
Korban meninggal akibat cuaca dingin ekstrim di belahan benua Eropa baru-baru ini meningkat tajam hingga 200 orang. Korban terbanyak kembali berasal dari Ukraina. Mereka meregang nyawa diterpa suhu dingin yang mencapai -38 drajat Celsius.
Pemerintah Ukraina, mengungkapkan sedikitnya 122 orang warganya meninggal dunia delapan hari terakhir, sebagian besarnya merupakan tuna wisma, yaitu 78 orang.
Cuaca dingin juga mengakibatkan sebanyak 1.600 harus dirawat di rumah sakit karena menderita hiportermia dan gangguan cuaca dingin lain. Pemerintah mendirikan penampungan sementara untuk para tunawisma dan menutup sekolah serta jalur bus di tengah cuaca yang mencapai -16 drajat Celsius.
Di Bosnia, akibat hujan salju yang terus menerus turun dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan sebuah kendaraan yang mengangkut 30 orang, terperangkap salju setinggi satu meter di selatan Sarajevo.
Sementara di Italia, sebanyak 32 desa di Lembah Aniene, dekat Ibukota Italia, Roma, kehilangan listrik ketika sebuah tiang listrik tumbang karena salju. Seperti diungkapkan oleh walikota Vallinfreda, Piero Moscardini, dikutip dari CNN, Senin (6/2/2012).
Desa yang didiami sekitar 50.000 orang tersebut, lanjutnya dikepung oleh salju setinggi 100 cm. "Ini salju terburuk sejak 1956. Situasi ini tragis, Angkatan Darat perlu diturunkan untuk menyelamatkan kita," ujarnya.
Cuaca dingin ekstrem di seluruh kawasan Eropa juga telah mengganggu operasi sistem transportasi di sejumlah negara.
Seperti diberitakan BBC, Bandara Heathrow di London pada hari Minggu kemarin, harus menghentikan 50 persen layanannya.
Sementara itu sembilan belas jalan nasional dan satu jalan raya di negara-negara Eropa tetap ditutup pada hari Minggu, dan lebih dari 30 kota dan desa-desa terisolasi.
Pemadaman listrik dilaporkan di 200 kota dan desa, dan Lebih dari 3.000 pegawai Kementerian Dalam Negeri terlibat dalam operasi penyelamatan.
Cuaca dingin ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Eropa, mendorong Paus Benediktus XVI, angkat bicara, menurutnya seluruh umat jangan hilang pengharapan, datangnya musim semi.
"Salju yang ada ini memang indah, tapi mari berharap musim semi segera datang," kata Paus
Benediktus XVI kepada sekelompok kecil peziarah yang datang ke lapangan Santo Petrus.